Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Niat Magang ke Luar Negeri Berujung Duka, Pelajar Asal Jembrana Bali Meninggal di Malaysia

Muhammad Basir • Senin, 26 Januari 2026 | 12:35 WIB

 

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

RadarBuleleng.id - Suasana duka mendalam menyelimuti Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. 

I Made Brata, anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga, meninggal dunia saat menjalani program magang di Malaysia, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 00.00 WITA.

Almarhum diketahui tengah menempuh pendidikan di Gianyar dan mengikuti program magang selama enam bulan di salah satu hotel di Malaysia. 

Program tersebut sejatinya menjadi bagian dari upaya korban menimba pengalaman kerja di luar negeri. Namun, magang yang baru berjalan sekitar empat bulan itu berujung duka.

Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Jembrana, Putu Agus Arimbawa membenarkan kabar duka tersebut. Ia bahkan sempat datang langsung ke rumah duka.

“Benar, yang bersangkutan sedang magang di Malaysia. Saya sempat datang ke rumah duka, keluarga masih sangat terpukul karena korban merupakan anak laki-laki satu-satunya,” ujarnya.

Baca Juga: Bantah Paksaan Cabut Tanda Tangan dalam Proses PTSL, Baru Tahu Ada Sengketa Keluarga Setelah SHM Terbit

Agus menjelaskan, saat kejadian korban tinggal satu kamar dengan rekannya asal Lombok. 

Rekan tersebut bekerja pada shift sore dan baru kembali ke kamar sekitar pukul 00.00 waktu setempat.

“Setibanya di kamar, temannya mendapati korban sudah dalam kondisi kaku dan kemudian dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Pihak kampus kemudian menghubungi keluarga korban di Jembrana pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WITA untuk menyampaikan kabar duka tersebut. Hingga kini, Disnakerperin Jembrana masih menunggu data lengkap terkait peristiwa itu.

“Data lengkap korban akan kami sampaikan kemudian, karena saat ini keluarga masih dalam suasana berkabung,” tambah Agus.

Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung mendadak. Namun pihak keluarga menyebutkan, almarhum tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya. 

Bahkan, dua hari sebelum kejadian, korban masih sempat melakukan video call dengan keluarga.

“Tidak ada keluhan apapun terkait kondisi kesehatannya,” terangnya.

Terkait pemulangan jenazah, Agus mengatakan Pemerintah Kabupaten Jembrana tengah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Jenazah rencananya akan dipulangkan ke Bali oleh pihak sekolah bersama Pemkab Jembrana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #luar negeri #magang #Yehembang Kangin #jembrana #Mendoyo #hotel #pendidikan #video call #tenaga kerja #duka #malaysia