Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Lima Hari Hilang, Nenek 87 Tahun Ditemukan Meninggal di Kawasan Gunung Batur

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:32 WIB

 

EVAKUASI: Proses evakuasi jenazah Ni Wayan Belentek, warga Kabupaten Gianyar, yang ditemukan tewas di kawasan konservasi Gunung Batur.
EVAKUASI: Proses evakuasi jenazah Ni Wayan Belentek, warga Kabupaten Gianyar, yang ditemukan tewas di kawasan konservasi Gunung Batur.

RadarBuleleng.id - Pencarian terhadap Ni Wayan Belentek, 87, warga Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, berakhir duka. 

Lansia tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan konservasi Gunung Batur, Bukit Payang, Desa Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.

Sebelumnya, Belentek dilaporkan hilang sejak Sabtu (7/2/2026) saat berpamitan hendak mengunjungi rumah anaknya di Banjar Paket, Kintamani. 

Kunjungan itu disebut sudah biasa dilakukannya. Biasanya ia menumpang kendaraan pedagang atau truk yang melintas. Namun saat itu, korban sempat menyampaikan akan diantar cucunya.

Kekhawatiran muncul ketika keluarga di Banjar Paket memastikan korban tidak pernah tiba di tujuan. 

Sejak Minggu (8/2/2026), keluarga bersama warga Desa Batur melakukan pencarian intensif di wilayah Kintamani.

Upaya pencarian selama lima hari akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan oleh keluarga dan warga dalam keadaan meninggal dunia di lokasi yang cukup jauh dari pemukiman.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, menjelaskan saat ditemukan korban dalam posisi terlentang dan hanya mengenakan kain kamen tanpa baju. Di sekitar lokasi tidak ditemukan benda mencurigakan.

“Pada saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengadah. Korban hanya mengenakan kain kamen tanpa memakai baju. Di sekitar TKP tidak ditemukan benda-benda mencurigakan,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan medis oleh dokter dari Puskesmas Kintamani I menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Diperkirakan korban telah meninggal dunia 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan. Terdapat lebam pada tungkai kaki kiri.

Korban diduga meninggal akibat hipotermia atau hipoglikemia, mengingat kondisi lokasi yang berada di kawasan perbukitan dengan suhu dingin.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk proses upacara adat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #meninggal #kintamani #puskesmas #gianyar #lansia #bangli #pencarian #gunung batur #payangan #konservasi #duka #batur