RadarBuleleng.id - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang yang melanda Bali, Senin (24/2/2026), memicu rentetan bencana di berbagai daerah.
Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, tercatat sedikitnya 76 titik kejadian tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Rinciannya, 42 titik banjir, 5 tanah longsor, 1 tanggul jebol, 1 angin puting beliung, 2 pohon tumbang, serta 4 senderan jebol.
Wilayah paling terdampak adalah Kota Denpasar dengan 36 titik kejadian. Disusul Badung dan Karangasem masing-masing 12 titik, Gianyar dan Tabanan masing-masing 5 titik, Buleleng 4 titik, serta Klungkung dan Jembrana masing-masing 1 titik.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Bhusana, menyatakan pihaknya langsung bergerak melakukan evakuasi dan penanganan di lapangan.
Sebanyak 30 orang warga di Jalan Dewi Saraswati, Badung, telah dievakuasi ke lokasi aman. Evakuasi juga dilakukan di kawasan Jalan Bumi Ayu, Sanur, Denpasar.
Banjir turut berdampak pada fasilitas kesehatan. Rumah Sakit BMC dilaporkan terendam dan kini dalam penanganan BPBD Bali bersama Satker Jalan Nasional.
BPBD juga memantau debit air di Tukad Badung. Sirine peringatan dini dilaporkan berbunyi pukul 03.00 WITA dan kembali aktif sekitar pukul 09.00 WITA.
"Ya, berarti (sirine) berfungsi. Tapi belum sampai bunyi ketiga, jadi belum perlu evakuasi massal. Kondisi dipastikan masih aman," ungkap Teja.
Petugas memastikan seluruh pintu air di hilir sungai besar di Denpasar dalam kondisi terbuka dan terus diawasi. Pendataan kerusakan bangunan dan rumah warga yang terendam masih berlangsung.
Banjir cukup dalam juga merendam kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta. Tim SAR gabungan dari Ditpolairud Polda Bali dan Basarnas Denpasar diterjunkan untuk melakukan evakuasi besar-besaran.
Tim fokus melakukan evakuasi dengan menyasar warga lokal serta sejumlah warga negara asing yang terjebak di akomodasi wisata dan ruko.
Tim menyisir titik genangan tinggi untuk mengevakuasi warga yang terisolasi. Evakuasi menggunakan perahu karet.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebut banjir dipicu curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir. Ia menegaskan penanganan cukup dilakukan oleh BPBD tanpa membuka posko khusus di tingkat provinsi.
"Kami kan sudah punya BPBD Bali. Jadi cukup itu yang mau mengatasi," katanya.
Terkait wisatawan, Koster memastikan belum ada turis yang dievakuasi akibat banjir. "Belum ada (evakuasi wisatawan, red)," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya