Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ribuan Motor Serbu Pelabuhan Gilimanuk, Pemudik Mobil Terjebak Macet hingga 19 Jam

Muhammad Basir • Rabu, 18 Maret 2026 | 09:13 WIB

 

BOYONG KELUARGA: Seorang pemudik tampak memboyong istri dan ketiga anaknya. Mereka mudik menggunakan sepeda motor karena alasan biaya.
BOYONG KELUARGA: Seorang pemudik tampak memboyong istri dan ketiga anaknya. Mereka mudik menggunakan sepeda motor karena alasan biaya.

RadarBuleleng.id - Gelombang pemudik sepeda motor kembali memadati Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026) pagi. 

Lonjakan ini menjadi yang kedua setelah puncak arus mudik sebelumnya pada Minggu (15/3/2026). Meski jumlahnya mendominasi, antrean pemotor relatif cepat terurai dibanding kendaraan roda empat.

Sejak Senin (16/3/2026) malam, ribuan sepeda motor mulai berdatangan dan memadati area pelabuhan. 

Kendaraan terus mengalir hingga Selasa dini hari, bahkan antrean sempat melampaui tenda penampungan yang disiapkan khusus untuk pemotor.

Di tengah padatnya arus mudik, sejumlah pemotor terlihat membawa keluarga, termasuk ibu hamil dan balita. 

Petugas kesehatan pelabuhan pun mengimbau mereka untuk beristirahat di posko medis demi menghindari risiko kelelahan selama perjalanan.

Beberapa pemudik bahkan harus mendapatkan penanganan medis akibat pusing dan sesak napas. “Kelelahan, Pak,” ujar salah satu petugas saat membantu pemotor menuju posko kesehatan.

Pemandangan lain yang mencuri perhatian adalah sepeda motor yang ditumpangi lebih dari dua orang. Bahkan, ada satu motor yang membawa lima penumpang sekaligus. 

“Cuma motor ini satu-satunya, Pak,” ujar Wahidin, pemudik tujuan Banyuwangi yang membonceng keluarganya.

Kendati padat, arus mudik para pemotor relatif lancar. Dalam waktu kurang dari satu jam sejak masuk pelabuhan, pemotor sudah bisa naik kapal setelah diarahkan parkir di bawah tenda. 

“Pakai motor lebih cepat, tidak kena macet lama,” kata Tohari, pemudik asal Kalibaru, Banyuwangi.

Menariknya, antrean ribuan motor yang sempat mengular pada pagi hari langsung terurai dalam hitungan jam. Memasuki siang, kondisi pelabuhan kembali lengang dan kendaraan yang datang bisa langsung masuk ke kapal.

Data produksi pelabuhan mencatat, selama periode 12–16 Maret, sebanyak 305.905 orang telah meninggalkan Bali. 

Dari total 94.621 unit kendaraan yang menyeberang, sepeda motor mendominasi dengan 59.775 unit, disusul mobil 22.750 unit, truk 9.239 unit, dan bus 3.157 unit.

Namun, kondisi berbeda dialami pemudik kendaraan roda empat. Mereka justru harus menghadapi kemacetan parah menuju Pelabuhan Gilimanuk. 

Antrean kendaraan dilaporkan mencapai lebih dari 20 kilometer, bahkan sempat memanjang hingga sekitar 23 kilometer dari pelabuhan.

Kemacetan terparah terjadi di jalur Desa Candikusuma hingga Desa Banyubiru. Tingginya volume kendaraan, terutama truk angkutan barang yang masih beroperasi, disebut menjadi pemicu utama.

“Banyak sekali truk besar, sulit disalip. Makanya macetnya panjang sekali,” ujar Rony, pemudik asal Jepara.

Rony mengaku terjebak macet sejak Senin (16/3/2026) sore sekitar pukul 18.00 WITA dan baru tiba di Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (17/3/2026) siang. Total waktu tempuhnya mencapai sekitar 19 jam. 

“Ini mudik paling lama yang saya alami dalam 10 tahun di Bali,” ungkapnya.

Selama terjebak macet, Rony yang membawa istri dan balita harus menghadapi berbagai kesulitan, mulai dari panas, kelelahan, hingga kebutuhan logistik yang membengkak. Ia juga mengandalkan bantuan warga sekitar untuk kebutuhan kamar mandi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #banyuwangi #sepeda motor #kesehatan #mudik #pemudik #motor #arus mudik #medis #pelabuhan gilimanuk