RadarBuleleng.id - Seorang pria bernama Moesye, 53, ditemukan meninggal dunia di sebuah bale bengong di kawasan Setra Pitik, Jalan Pura Dalem Penataran Anyar, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar, Bali, pada Rabu (15/4/2026) malam sekitar pukul 23.00 WITA.
Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung itu ditemukan dalam kondisi terlentang dan sudah tidak bernyawa.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek putih, sementara kaos miliknya tergeletak di samping tubuhnya.
Penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga setempat, Hasya Seno Akbar Sasongko, 27.
Ia mengaku sempat melihat korban sejak siang hari sekitar pukul 11.00 WITA dalam posisi tidur di lokasi tersebut.
Namun saat kembali melintas sekitar pukul 23.00 WITA, korban masih berada dalam posisi yang sama.
Merasa janggal, saksi kemudian melaporkan kejadian itu kepada kepala lingkungan dan diteruskan ke Polsek Denpasar Selatan. Setelah diperiksa, ternyata tubuh pria tersebut sudah terbujur kaku.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengatakan petugas langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.
“Petugas melakukan olah TKP, memasang garis polisi, serta meminta keterangan saksi-saksi di lokasi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Bekas darah yang terlihat diduga berasal dari gigitan semut.
Saksi lain, I Ketut Darta, 50, juga mengaku sempat melihat korban masih tertidur di lokasi sekitar pukul 15.30 WITA. Namun pada malam hari, korban ditemukan sudah meninggal dalam posisi yang sama.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kota Denpasar ke kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah.
Sementara itu, rekan korban, Chairul Umam, 41, menyebut korban memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan diabetes.
“Dari hasil identifikasi sementara, korban meninggal diduga karena sakit,” pungkas Iptu Azel. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya