Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abrasi Hantam Pantai Kusamba Bali, Belasan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 21 April 2026 | 16:04 WIB
ABRASI: Kondisi abrasi di Pantai Kusamba. Belasan keluarga kehilangan tempat tinggal. (Pemkab Klungkung)
ABRASI: Kondisi abrasi di Pantai Kusamba. Belasan keluarga kehilangan tempat tinggal. (Pemkab Klungkung)

 

RadarBuleleng.id - Abrasi parah di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, memaksa belasan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. 

Dari total 12 kepala keluarga terdampak, tujuh keluarga di antaranya kini benar-benar tidak memiliki rumah maupun lahan lain untuk ditempati.

Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, mengatakan sejak beberapa bulan terakhir warga tersebut terpaksa bertahan dengan menumpang di rumah kerabat. Sebagian lainnya tinggal di bangunan kosong di atas lahan milik banjar.

”Dulu ada warga yang membangun di lahan banjar. Setelah warga untuk memiliki tempat tinggal sendiri, lahan itu dikembalikan ke banjar. Rumah tersebut salah satunya yang ditempati warga terdampak abrasi,” jelasnya.

Ketujuh KK tersebut diprioritaskan untuk mendapatkan relokasi. Pemkab Klungkung berencana membangun hunian baru bagi mereka di kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu, Desa Sulang, Kecamatan Dawan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, menyebut lokasi tersebut masih memiliki lahan cukup luas untuk menampung warga terdampak.

”Untuk pembangunannya di Dinas PUPRPKP. Kami menyiapkan lahannya saja. Tapi kami meminta agar desainnya sama seperti rumah deret yang sudah ada. Jadi sama desain rumah di kawasan itu,” terangnya.

Namun, terdapat perbedaan keterangan terkait pelaksana pembangunan. Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, menyatakan pembangunan justru akan ditangani oleh Dinas Sosial, dengan dukungan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

”Yang membangun Dinas Sosial dibantu Tagana (Taruna Siaga Bencana),” katanya.

Meski demikian, Dinas PUPRPKP tetap berperan dalam penyusunan desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan hunian tersebut.

Relokasi ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan rumah akibat abrasi, sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal yang lebih aman dari ancaman bencana pesisir. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #abrasi #pantai #relokasi #Kusamba