RadarBuleleng.id – Kondisi Lapas Kerobokan yang overload, terus menjadi sorotan. Pemprov Bali disebut tengah mempertimbangkan merelokasi lapas tersebut.
Gubernur Bali, Wayan Koster, bahkan pernah menyebut kondisi Lapas Kerobokan sudah tidak lagi representatif, seiring pesatnya perkembangan kawasan sekitarnya yang kini menjadi pusat pariwisata.
Lapas yang berdiri di atas lahan sekitar empat hektare tersebut dinilai kurang sejalan dengan arah penataan ruang Bali ke depan.
Selain berada di kawasan strategis pariwisata, keterbatasan lahan juga membuat pengembangan fasilitas serta aspek pengamanan menjadi tidak optimal.
Sebagai solusi, pemerintah mulai mengkaji sejumlah lokasi alternatif. Salah satu yang mengemuka berada di Kabupaten Jembrana, tepatnya di lahan perkebunan milik Perumda Bali di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya.
Camat Melaya, I Putu Gde Oka Santhika, membenarkan adanya peninjauan langsung oleh gubernur bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, ke lokasi tersebut.
"Memang sempat mendampingi Gubernur Bali dan Bupati Jembrana melihat lokasi perkebunan Perumda Bali. Rencananya akan digunakan untuk lokasi Lapas Kerobokan," ujarnya.
Meski begitu, Oka menegaskan belum ada keputusan final terkait lokasi pemindahan.
Pasalnya, dalam rangkaian kunjungan tersebut, gubernur juga meninjau beberapa titik lain di wilayah Buleleng dan Tabanan sebagai opsi alternatif.
"Waktu itu Gubernur juga melihat lokasi di Buleleng dan Tabanan. Jadi belum tahu pasti jadi atau tidaknya lokasi di Candikusuma. Informasi resminya belum ada," imbuhnya.
Kendati belum diumumkan secara resmi, informasi yang berkembang menyebutkan kawasan di Jembrana menjadi kandidat paling kuat untuk lokasi baru lapas.
Selain dinilai lebih luas, kawasan tersebut juga dianggap lebih mendukung dari sisi pengembangan dan keamanan ke depan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya