Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Miris! Masih Ada Sekolah Rusak di Bali. Ruang Kelas Nyaris Roboh

Juliadi Radar Bali • Senin, 4 Mei 2026 | 06:36 WIB
NYARIS ROBOH: Kondisi kerusakan ruang kelas di SDN 3 Sembung Gede, Tabanan. Bangunan ruang kelas kini nyaris roboh. (Juliadi/Radar Bali)
NYARIS ROBOH: Kondisi kerusakan ruang kelas di SDN 3 Sembung Gede, Tabanan. Bangunan ruang kelas kini nyaris roboh. (Juliadi/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Kondisi memprihatinkan dialami dua sekolah dasar di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. 

Sejumlah ruang kelas di SDN 2 Sembung Gede dan SDN 3 Sembung Gede mengalami kerusakan berat hingga tak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Pantauan pada Minggu (3/5/2026), menunjukkan kondisi paling mencolok terjadi di SDN 2 Sembung Gede yang berlokasi di Banjar Dinas Batuaji Kawan. 

Atap bangunan jebol. Sebanyak empat ruang kelas kini sudah tidak bisa difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, kondisi di SDN 3 Sembung Gede bahkan lebih parah. Kerusakan bangunan menyerupai dampak bencana, dengan tiga ruang kelas yakni kelas 4, 5, dan 6 serta ruang UKS mengalami kerusakan berat. 

Tidak hanya atap yang ambruk, dinding bangunan juga hancur. Bahkan ruang kelas kini nyaris roboh.

Kepala SDN 3 Sembung Gede, Pande Komang Juni Arsana, menjelaskan kerusakan puncak terjadi pada Kamis (30/4/2026). Ketika itu saat bagian atap dan struktur ruang kelas roboh. 

Beruntung, saat kejadian seluruh ruangan sudah dikosongkan sehingga tidak menimbulkan korban.

"Jadi semua ruangan kelas kami kosongkan, antisipasi dari rusak bangunan sekolah," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kerusakan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak dua tahun lalu, diawali dari ruang UKS. 

Namun karena struktur bangunan menyatu, kerusakan perlahan merembet hingga ke ruang kelas lainnya.

Melihat kondisi yang semakin membahayakan, pihak sekolah mengambil langkah cepat dengan mengosongkan ruang kelas terdampak. Tak lama berselang, bangunan tersebut rupanya benar-benar roboh.

Akibat kondisi tersebut, proses pembelajaran bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 sempat terganggu. Namun pihak sekolah segera mencari solusi dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Untuk sementara, kegiatan belajar dialihkan dengan sistem bergantian. Siswa kelas 1 hinga kelas 3 dipindahkan ke wantilan Banjar Dinas Mandung, sementara ruang kelas yang masih layak digunakan diprioritaskan untuk siswa kelas atas.

"Untuk pembelajaran di wantilan, kami gunakan kelas rendah 1, 2 dan 3. Sementara yang tetap di sekolah siswa kelas 4, 5 dan 6," jelasnya.

Pande menambahkan, pihaknya sebenarnya telah mengusulkan perbaikan bangunan sejak lama ke Dinas Pendidikan Tabanan. Bahkan, kondisi sekolah sudah masuk dalam program revitalisasi kategori rusak berat untuk tahun 2026.

Namun hingga kini, belum ada kepastian realisasi anggaran perbaikan. Dengan jumlah siswa mencapai 151 orang, kondisi ini tentu menjadi perhatian serius.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Tabanan, I Made Sukanitra, membenarkan bahwa SDN 3 Sembung Gede telah masuk daftar usulan revitalisasi sekolah tahun 2026.

Saat ini, pihaknya masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat terkait sekolah mana saja yang akan mendapat bantuan melalui program revitalisasi yang bersumber dari APBN.

“Kami tinggal menunggu. Biasanya sekitar Mei atau Juni sudah ada penetapan calon penerima,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program revitalisasi sekolah menggantikan skema sebelumnya yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Besaran bantuan yang diterima sekolah nantinya disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, tercatat ada 62 SD dengan kondisi rusak ringan hingga berat yang telah diverifikasi pemerintah pusat.

Sementara itu, untuk SDN 2 Sembung Gede, rencananya tidak akan dilakukan perbaikan karena sekolah tersebut akan menjalani proses regrouping pada awal Juli mendatang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #rusak #pendidikan #ruang kelas #sekolah