RadarBuleleng.id – Sebuah fakta miris menyelimuti Kabupaten Bangli. Menjadi daerah 'lumbung' yang menyuplai kebutuhan air bersih untuk kabupaten/kota lain di Bali, warga Bangli sendiri justru masih kesulitan mengakses air bersih secara layak.
Sebagian masyarakat bahkan masih terpaksa bergantung pada air tadah hujan dan bak penampungan sederhana.
Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli mencatat hingga saat ini cakupan layanan air bersih bagi warga Bangli baru menyentuh angka 31 persen.
Kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Kintamani, yang mana penetrasi layanan PDAM baru mencakup 15 persen populasi.
Kabag Teknis Perumda Air Minum Tirta Danu Arta Bangli, I Wayan Gunawan, mengatakan masalah utamanya bukan pada ketersediaan sumber daya alam, melainkan keterbatasan dana operasional dan infrastruktur perpipaan dari sumber air ke Sambungan Rumah (SR).
”Total ada 22 sumber mata air yang telah kami manfaatkan. Khusus untuk wilayah Kintamani ada dua sumber mata air,” ujar Gunawan.
Untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga Kintamani, dibutuhkan pasokan debit air hingga 200 liter per detik.
Namun, Perumda saat ini baru sanggup mengalirkan 35 liter per detik. Akibatnya, dari total 48 desa di Kintamani, baru 11 desa yang terjangkau jaringan air, itu pun belum bisa menyala 24 jam penuh.
"Distribusi air kepada para pelanggan di wilayah Kintamani dilakukan dengan sistem bergilir, yakni dua hari sekali dari pukul 06.00 hingga 18.00 WITA,” terangnya.
Guna mengurai benang kusut krisis air bersih ini, Perumda Tirta Danu Arta merancang pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di Desa Bunutin Kuta Lambi, Kintamani.
Namun, proyek ambisius ini membentur tembok tebal lantaran estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) menembus angka fantastis.
”RAB kegiatan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 216 miliar,” tandas Gunawan.
Pihaknya berharap adanya suntikan dana atau intervensi anggaran dari pemerintah daerah maupun pusat agar masyarakat Bangli tak sekadar jadi penonton di atas kekayaan air daerahnya sendiri. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali