Bali Dapat Hibah 11 Bus Listrik dari Korea Selatan

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:32 WIB
BUS LISTRIK: Gubernur Bali, Wayan Koster (kiri) saat menerima hibah bus listrik dari Korea Selatan.
BUS LISTRIK: Gubernur Bali, Wayan Koster (kiri) saat menerima hibah bus listrik dari Korea Selatan.

 

RadarBuleleng.id – Upaya transisi energi dan pembenahan transportasi publik di Pulau Dewata mendapat angin segar. 

Pemprov Bali dipastikan menerima hibah 11 unit bus listrik dari Pemerintah Korea Selatan melalui kerja sama Global Green Growth Institute (GGGI), Bappenas, Kemenhub, dan Kementerian ESDM.

Belasan armada ramah lingkungan ini dijadwalkan mulai melayani masyarakat umum pada Oktober 2026 mendatang.

Kasi Operasional Sarbagita, I Made Purwadana, membeberkan bahwa 11 armada asal Negeri Ginseng tersebut memiliki ukuran fisik yang setara dengan bus Trans Sarbagita. 

Jika pengurusan administrasi berjalan lancar, bus akan beroperasi pada jalur utama perkotaan.

"Rencana perkiraan sudah digunakan di bulan Oktober, masih tergantung selesainya proses administrasi. Informasinya 11 bus ini akan melayani rute GOR Ngurah Rai hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK)," ujar Purwadana, Selasa (25/8/2026).

Purwa menambahkan, berbeda dengan uji coba bus listrik pihak swasta pada momen KTT G20 maupun Bali Climate Week terdahulu yang sebatas menjaring masukan pengguna, 11 bus hibah ini disiapkan untuk beroperasi secara reguler.

Langkah strategis ini mendapat apresiasi positif dari lembaga riset lingkungan World Resources Institute (WRI) Indonesia. 

Electric Mobility Program Lead WRI Indonesia, Arya Putra, menyebut kehadiran bus listrik dapat memangkas waktu tunggu penumpang Trans Sarbagita sekaligus menekan emisi karbon sesuai target Bali Net Zero Emission 2045.

Dari sisi operasional, efisiensi energi bus listrik diklaim jauh mengungguli kendaraan berbahan bakar fosil.

"Kelebihan operasionalnya adalah biaya energi listrik berpotensi lebih hemat hingga 65 persen dibandingkan bus diesel. Penghematan bahkan bisa lebih besar jika dibandingkan BBM non-subsidi," terang Arya.

Arya juga menegaskan bahwa spesifikasi bus telah disesuaikan dengan kondisi jalanan Bali. 

Meski demikian, WRI mengingatkan Pemprov Bali untuk terus memperkuat infrastruktur charging station seiring bertambahnya armada listrik di Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Bali Hari Ini Bus Listrik Bali Transportasi Bali Pemprov Bali trans sarbagita