RadarBuleleng.id – Jalur berliku dan kontur jalan di Kabupaten Bangli kerap memakan korban.
Kurangnya pemahaman pengendara terhadap medan jalan disinyalir menjadi biang kerok melonjaknya kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Bangli sepanjang Semester I Tahun 2026.
Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nyoman Widantara, membeberkan bahwa kasus laka lantas pada Januari–Juni 2026 melonjak tajam menjadi 115 kejadian, berbanding 80 kejadian pada periode yang sama tahun 2025 lalu.
Insiden kecelakaan tunggal akibat lepas kendali (Out of Control) yang mendominasi deretan kasus tersebut.
Berdasarkan analisis data kepolisian, penyebab utama pengemudi kerap hilang kendali adalah lantaran tidak mengenali karakteristik jalur rawan yang melintasi wilayah Bangli.
"Dari 115 kejadian laka pada Semester I 2026, sebanyak 87 kejadian merupakan laka tunggal. Begitu juga tahun lalu ada 52 kejadian. Jika dilihat dari identitas korban, mayoritas adalah warga luar Bangli. Ini mengindikasikan kuat pengemudi memang tidak tahu medan atau jalur yang sedang mereka lalui," ungkap AKP Nyoman Widantara, Rabu (26/8/2026).
AKP Widantara menambahkan, ketidakpahaman atas kondisi jalan kerap diperparah dengan kebiasaan korban yang baru melaporkan insiden ke polisi selang beberapa hari pasca-kejadian.
Penundaan laporan yang umumnya terjadi demi pengurusan jaminan kesehatan atau asuransi ini kerap menyulitkan petugas melakukan olah TKP secara instan.
Menanggapi fenomena pengemudi buta medan ini, Satlantas Polres Bangli mengambil langkah cepat untuk memberikan petunjuk arah dan peringatan di sepanjang titik rawan kecelakaan.
Polisi berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli untuk memaksimalkan penerangan jalan (LPJU), serta berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP terkait kondisi fisik jalan.
"Kami menggencarkan pemasangan rambu himbauan dan baliho peringatan di titik-titik rawan laka. Ini penting agar pengendara dari luar daerah yang belum paham medan bisa langsung sadar, lebih waspada, dan menurunkan kecepatan saat melintas," tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali