RadarBuleleng.id – Kondisi ruas jalan nasional Bypass Ida Bagus Mantra yang minim penerangan saat malam hari kerap memicu keluhan pengguna jalan.
Jalur cepat tersebut rawan menjadi titik kecelakaan lalu lintas hingga aksi kriminalitas akibat banyaknya Alat Penerangan Jalan (APJ) yang padam.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali, I Made Suraharta, mengamini kurang memadainya fasilitas penerangan di sepanjang koridor vital tersebut. Ia menjelaskan, proses perbaikan saat ini sedang berjalan secara bertahap.
"Kami sudah melakukan perbaikan, tetapi memang tidak bisa sekaligus. Pengerjaan dilakukan bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran," ungkap Suraharta, Kamis (27/8/2026).
Suraharta tak menampik bahwa terkendalanya pemeliharaan fasilitas jalan umum di daerah merupakan imbas dari efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak secara nasional.
Meski begitu, pihaknya berkomitmen memaksimalkan dana yang ada untuk perbaikan titik-titik krusial.
Khusus untuk Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, pengerjaan perbaikan APJ disisir mulai dari arah timur.
"Progres realisasi saat ini sudah dikerjakan dari Bundaran Kusamba ke arah barat sampai di Simpang Pantai Sedayu, dan akan terus dilanjutkan hingga kawasan Pantai Lepang," jelasnya.
Secara keseluruhan, terdapat 1.045 titik APJ di sepanjang ruas Bypass Ida Bagus Mantra yang terbagi ke dalam 44 panel sistem pengendalian.
Dari total tersebut, BPTD Bali baru menyelesaikan penanganan pada 10 panel yang mencakup 265 unit lampu penerangan.
"Satu modul pengendalian mencakup panel hingga lampu. Untuk sisa titik yang belum tertangani, pengerjaan lanjutannya sudah kami usulkan dan masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2027," pungkas Suraharta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali