JEMBRANA, RadarBuleleng.id – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Jembrana. Sebanyak dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali Barat itu dilaporkan meninggal dunia saat tengah merantau di luar negeri dalam kurun waktu berdekatan.
Kasus pertama menimpa I Komang Yudi Sutawan, PMI asal Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo.
Yudi menghembuskan napas terakhir di Polandia setelah sempat menjalani perawatan medis selama lima hari akibat serangan stroke.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerprin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, mengonfirmasi kabar duka tersebut.
Pihaknya kini terus berkoordinasi intensif dengan KBRI Warsawa terkait proses repatriasi (pemulangan jenazah).
"KBRI Polandia di Warsawa sudah mendatangi rumah sakit dan menemui pihak perusahaan. Proses pembahasan teknis pemulangan jenazah ke Indonesia sedang berjalan dan perkembangan repatriasi akan segera kami sampaikan," ujar Mirah, Minggu (30/8/2026).
Tak hanya musibah di Polandia, duka PMI Jembrana bertambah setelah adanya laporan kecelakaan maut yang menimpa I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, PMI asal Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.
Tedy yang bekerja pada sektor offshore dilaporkan tewas dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Timehri, Guyana, Amerika Selatan. Musibah itu juga merenggut nyawa satu WNI lainnya asal Batam, Edy Ansyori Sukri.
Perbekel Perancak, I Nyoman Wijana, membenarkan warganya menjadi korban dalam insiden maut tersebut.
"Sesuai laporan Kelian Banjar Dinas, memang benar Tedy mengalami kecelakaan di Guyana. Kendaraan yang menjemputnya dari bandara menuju lokasi kerja terlibat kecelakaan dengan dua kendaraan lain," ungkap Wijana.
Pemerintah Desa Perancak kini turun tangan mendampingi pihak keluarga korban, khususnya membantu penyiapan dokumen administrasi untuk mempercepat proses pemulangan jenazah ke tanah air. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya