RadarBuleleng.id – Musibah kebakaran menimpa Pura Puseh Desa Adat Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Kamis (3/9/2026) siang sekitar pukul 12.30 WITA.
Bangunan suci Meru Tumpang Pitu ludes dilalap si jago merah yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah liar.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat, I Wayan Miwa, 50.
Saat perjalanan pulang, ia mendengar teriakan warga yang melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari areal pura.
Saat dipastikan ke lokasi, kobaran api rupanya sudah membesar dan melahap bagian atap Meru Tumpang Pitu.
Miwa lantas berteriak meminta bantuan krama desa sekitar untuk melakukan pemadaman darurat.
Nahas, upaya pemadaman warga membentur kendala besar lantaran pasokan air PDAM di kawasan tersebut sedang padam.
"Karena aliran air sedang mati, warga mengalami kesulitan besar untuk melakukan pemadaman secara manual," ungkap Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Kamis (3/9/2026).
Guna mencegah kobaran api merembet ke bangunan pelinggih lainnya di dalam utama mandala pura, warga mengambil keputusan nekat.
Secara bergotong-royong, krama merobohkan struktur Meru Tumpang Pitu yang sedang berkobar menggunakan batang bambu.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materiil yang ditanggung Desa Adat Batumadeg diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
"Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, kebakaran dipicu pembakaran sampah yang merembet ke semak-semak. Angin kencang yang bertiup ke arah utara membuat percikan api terbang dan menyambar bagian atap pelinggih," jelas Iptu Dewa Alit.
Kepolisian Sektor Nusa Penida kini tengah mengusut dan menyelidiki oknum tak bertanggung jawab yang melakukan pembakaran sampah hingga menyebabkan musibah tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali