RadarBuleleng.id – Gelombang aksi protes sopir angkutan logistik akibat antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk akhirnya membuahkan hasil.
Otoritas penyeberangan, kepolisian, asosiasi sopir, dan stakeholder terkait menyepakati lima langkah krusial untuk mengurai kemacetan dalam rapat koordinasi di Pelabuhan Gilimanuk, Minggu (6/9/2026).
Kesepakatan ini dipicu kekecewaan puluhan sopir truk pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Mereka yang sudah berjam-jam mengantre di pelabuhan mendapati sejumlah kapal bertolak menuju Pelabuhan Ketapang tanpa mengangkut muatan, akibat diterapkannya pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk menanggulangi macet di sisi Jawa.
"Sopir berada di posisi serba sulit. Biaya operasional makin membengkak setiap jam kendaraan tertahan," ungkap salah seorang sopir truk di lokasi.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, menjelaskan bahwa kemacetan berulang di pintu keluar Bali ini diprediksi masih berlangsung hingga akhir tahun seiring proses perbaikan Dermaga MB II.
"Melalui rapat koordinasi bersama, seluruh pihak sepakat membuat komitmen dua arah demi menjamin kelancaran penyeberangan Bali-Jawa," ujar Tony Wirahadikusuma, Minggu (6/9/2026).
Adapun poin yang disepakati yakni Dermaga Landing Craft Machine (LCM) diprioritaskan khusus untuk kendaraan logistik, sementara kendaraan penumpang diarahkan ke dermaga Movable Bridge (MB).
Para pihak juga melarang keras ada praktik pengawalan (layanan prioritas). Seluruh kendaraan wajib masuk kapal sesuai urutan antrean.
Waktu bongkar muat kapal ditargetkan maksimal 30 menit agar trip penyeberangan dapat dimaksimalkan.
Penerapan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) diatur secara fleksibel sesuai situasi kepadatan di kedua sisi pelabuhan (Ketapang dan Gilimanuk).
Asosiasi sopir siap dijatuhi sanksi jika melanggar aturan antrean. Sebaliknya, petugas pelabuhan yang terbukti melakukan pelanggaran atau penyelewengan juga akan ditindak tegas.
Petugas Syahbandar Gilimanuk, Moses Da Silva, menambahkan bahwa penyesuaian aturan ini dilakukan agar pola percepatan penanganan macet di Pelabuhan Ketapang tidak malah mengorbankan pengguna jasa penyeberangan di Gilimanuk. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali