RadarBuleleng.id – Dampak kemarau panjang mulai menguji ketahanan ekosistem Taman Nasional Bali Barat (TNBB).
Hamparan savana dan vegetasi hutan musim di kawasan konservasi tersebut kini mengering, memicu ancaman krisis air bersih bagi satwa liar hingga tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi terparah terpantau di kawasan Semenanjung TNBB. Sejumlah kubangan dan mata air alami yang selama ini menjadi penopang hidup satwa liar debitnya kian menipis.
Guna mencegah dehidrasi massal pada satwa, petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Jembrana bergerak cepat menyuplai pasokan air secara berkala ke titik-titik krisis.
Kepala Seksi PTN Wilayah I Jembrana, Isai Yusidarta, menjelaskan bahwa intervensi manusia amat krusial dilakukan saat sumber air alami mulai mengering.
"Kekeringan di wilayah Semenanjung memang rutinitas tahunan. Namun begitu debit kubangan alami menipis, kami langsung melakukan intervensi dengan menyuplai air bersih ke tiga lokasi kubangan utama serta tujuh bak penampungan buatan," ujar Isai Yusidarta, Jumat (11/9/2026).
Tak hanya kubangan satwa darat, fasilitas tempat minum di lokasi pelepasliaran burung juga tak luput dari pengisian air secara intensif.
Di sisi lain, mengeringnya semak dan rumput di kawasan hutan musim mengubah vegetasi menjadi material yang sangat mudah terbakar. Menyikapi ancaman karhutla, pengelola TNBB meningkatkan intensitas patroli pengamanan.
Instalasi hidran, armada mobil pemadam kebakaran, serta personel siaga bencana telah dikerahkan.
Pihaknya juga merangkul kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk memperketat pengawasan di area rawan kebakaran.
"Personel dan armada pemadam disiagakan penuh. Patroli pencegahan kami tingkatkan bersama warga binaan dan Masyarakat Peduli Api guna memastikan TNBB aman dari ancaman kebakaran," tegas Isai. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali