Antar Banten ke Kalimantan, Kakak Beradik asal Bangli Turut jadi Korban KM Virgo

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB
MASIH BERHARAP: Desak Nyoman Tirtawati (kiri) dan I Nengah Tirta (kanan) berharap anak mereka selamat dalam peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8. (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)
MASIH BERHARAP: Desak Nyoman Tirtawati (kiri) dan I Nengah Tirta (kanan) berharap anak mereka selamat dalam peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8. (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Suasana duka dan kecemasan mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Banjar Cepunggung, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli. 

Dua putra tercinta mereka, I Putu Pramana Yoga, 28, dan Kadek Sayoga Putra, 26, dilaporkan hilang dalam musibah terbaliknya Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Kedua kakak beradik tersebut menjadi penumpang kapal pemuat barang yang bertolak menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Hingga Senin (14/9/2026) malam, pihak keluarga belum mendapatkan titik terang mengenai nasib dan keberadaan Yoga maupun Putra.

Sang ibu, Desak Nyoman Tirtawati, tak mampu membendung air matanya saat menanti kabar pencarian Tim SAR. 

Rasa cemas kian melanda lantaran ia tak tahu pasti apakah kedua putranya memiliki kemampuan berenang.

"Kami hanya bisa berdoa dan menunggu informasi dari kerabat yang bersiaga di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Semoga ada keajaiban dan anak-anak saya segera ditemukan selamat," tutur Desak Tirtawati sembari mengusap air mata, Senin (14/9/2026).

Ayah korban, I Nengah Tirta, menceritakan bahwa perjalanan kedua putranya ke Pulau Kalimantan adalah untuk mengantarkan pesanan sarana upacara keagamaan Hindu—seperti dupa, jejaitan, hingga genteng pura. 

Usaha dagang antar-pulau tersebut telah dilakoni keluarga sejak sembilan tahun lalu. Sejak dua tahun terakhir, bisnis diteruskan oleh Yoga dan Putra.

Kecurigaan keluarga bermula saat kebiasaan rutin kedua korban terputus. Biasanya, Yoga dan Putra selalu memberikan kabar setiap kali hendak naik atau turun dari kapal. 

Namun hingga Minggu pagi, telepon seluler mereka tak kunjung merespons meski nada panggil terus terhubung.

"Siangnya baru keluarga menerima kabar dari media sosial bahwa kapal yang mereka tumpangi tenggelam di tengah laut," imbuh Desak.

Di tengah penantian penuh ketidakpastian, pihak keluarga di Bangli terus berikhtiar secara niskala dengan menghaturkan Banten Pejati serta memohon keselamatan di Pura Desa, Pura Dalem, dan merajan keluarga.

Kehilangan ini terasa makin memukul karena kedua korban merupakan tumpuan keluarga. 

Terlebih Sayoga Putra baru saja merayakan ulang tahun kedua anak balitanya sepekan sebelum musibah terjadi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Bangli Hari Ini KM Virgo Transport 8 Terbalik Korban Kapal Tenggelam Kecelakaan Laut Jawa Musibah Pelayaran