RadarBuleleng.id – Jagat media sosial di Bali dihebohkan dengan dugaan kasus penipuan bernilai miliaran rupiah yang menyeret toko perhiasan Divine Gems and Jewellery di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan, Kelurahan Renon, Denpasar.
Toko emas yang gencar menawarkan promo murah tersebut mendadak tutup rapat dan memutus seluruh saluran komunikasi layanan pelanggan.
Hasil pemantauan di lokasi memperlihatkan toko memajang pengumuman masa audit.
Namun, layanan pesan WhatsApp maupun panggilan telepon admin centang satu dan tak merespons sama sekali.
Kasus mencuat setelah skema pre-order (PO) emas batangan Antam dengan diskon tak wajar—bahkan hingga 50 persen plus promo beli 5 gratis 1—yang dipromosikan lewat jasa selebgram lokal Bali dan Surabaya memakan korban.
Puluhan nasabah tergiur menginden emas mulai dari ukuran 25 gram hingga 50 gram dengan janji pengiriman 6 bulan, namun barang tak kunjung terealisasi.
Total estimasi kerugian para nasabah diduga telah menembus angka Rp 6 miliar dan diprediksi masih terus bertambah.
Klarifikasi resmi akhirnya datang dari kuasa hukum Komisaris PT Nellafa Refinery and Bullion serta PT Nellafa Fine Jewellery, Naldi Elfian Saban.
Pihaknya menegaskan bahwa aktor utama di balik dugaan kejahatan ini adalah Jaya Krishna Reddy, Warga Negara Asing (WNA) asal India yang menjabat sebagai pendiri sekaligus Direktur Divine Gems dan Emas Now.
"Klien kami ditempatkan sebagai komisaris tanpa pernah mengetahui adanya skema penipuan ini. Pelaku utama, Jaya Krishna Reddy, mengendalikan penuh seluruh keuangan dan operasional perusahaan secara sepihak. Saat ini yang bersangkutan mendadak menghilang dan nomor selulernya sudah tidak dapat dihubungi," tegas Naldi Saban, Selasa (15/9/2026).
Naldi menambahkan, komisaris serta 40 orang karyawan yang dipekerjakan murni hanya menerima gaji standar UMR dan ikut menjadi korban manipulasi nama oleh sang Direktur WNA tersebut.
Pihak Komisaris berencana melaporkan insiden ini secara resmi ke Polda Bali sekaligus menguji gugatan perdata, serta menyatakan siap bersikap kooperatif memberikan keterangan penuh kepada kepolisian guna mengusut tuntas keberadaan pelaku. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Badung