Petani Tabanan Pupuk Padi Pakai Drone. Hemat Waktu Tapi Alat Mahal

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 12:46 WIB
MEKANISASI PERTANIAN: Petani di Tabanan memanfaatkan drone untuk pemupukan. (istimewa)
MEKANISASI PERTANIAN: Petani di Tabanan memanfaatkan drone untuk pemupukan. (istimewa)

 

RadarBuleleng.id – Terobosan dilakukan para petani di Kabupaten Tabanan, Bali. 

Kelompok Petani Subak Jaka, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, menggelar uji coba pemupukan lahan padi organik seluas 30 are memanfaatkan drone.

Dalam demonstrasi tersebut, satu unit drone pengangkut 15 liter pupuk cair dikendalikan secara otomatis via penyetelan sistem navigasi. 

Hanya dalam hitungan menit, semprotan pupuk terdistribusi presisi dan merata ke seluruh areal tanaman padi.

Pekaseh Subak Jaka, I Wayan Yusa, menegaskan penerapan mekanisasi tersebut sengaja ditunjukkan untuk menghapus stigma bahwa profesi petani itu kotor, berat, dan tertinggal.

"Ini bukan sekadar mengenalkan teknologi baru ke warga desa, tetapi yang paling utama adalah menginspirasi generasi muda Tabanan agar mau bertani. Sekarang bertani itu makin mudah dan serba canggih," ujar Wayan Yusa, belum lama ini.

Yusa mengungkapkan, pemanfaatan drone dapat memangkas durasi kerja secara drastis, menghemat pengeluaran operasional tenaga kerja, serta menekan tingkat kelelahan fisik petani.

Kendati demikian, tingginya harga unit drone pertanian menjadi ganjalan utama bagi kelompok tani lokal. 

Harga satu unit drone penyemprot diketahui menembus angka fantastis Rp175 juta. 

Pihaknya berencana mengajukan bantuan proposal kepada pemerintah maupun program CSR swasta agar memfasilitasi pengadaan alat tersebut.

Di sisi lain, Yusa turut mengungkap keprihatinannya atas terus menyusutnya lahan padi organik di Subak Jaka. 

Dari total 48 hektar luas subak, lahan padi organik yang semula mencapai 10 hektar kini tergerus drastis hingga tersisa 3 hektar saja.

Tingginya biaya operasional pupuk mandiri serta kendala rantai pemasaran hasil panen organik menjadi pemicu utama sebagian petani memilih gulung tikar. 

Pemanfaatan teknologi drone diharapkan menjadi salah satu penolong efisiensi biaya produksi petani organik ke depan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Tabanan Hari Ini Pertanian Modern Bali Drone Pertanian Subak Jaka Tabanan Padi Organik Bali