RadarBuleleng.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bali tercatat berada di angka 1,52 persen berdasarkan data Februari 2026.
Pemprov Bali melalui Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM terus berupaya menekan angka tersebut agar bergeser ke level 1,4 persen hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, mengungkapkan bahwa struktur lapangan kerja di Pulau Dewata saat ini masih sangat didominasi oleh sektor pariwisata, penyediaan akomodasi makan-minum, serta transportasi.
Sementara itu, sektor primer seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan catat penyerapan tenaga kerja yang relatif rendah.
Ketergantungan tinggi pada sektor pariwisata dinilai cukup rentan karena sangat sensitif terhadap dinamika situasi luar.
”Kalau melihat TPT Bali per Februari di angka 1,52 persen. Untuk rilis data Agustus biasanya keluar akhir tahun. Target kita ada di kisaran 1,49 persen, tetapi kita dorong terus agar bisa menyentuh 1,4 persen,” ujar pejabat yang akrab disapa Gus Iwan tersebut.
Guna menekan angka pengangguran secara presisi, Disnaker Bali bersiap menerjunkan tim pendataan khusus bagi lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi maupun belum terserap pasar kerja.
Pendataan ini krusial untuk memetakan warga usia produktif yang rentan menjadi pengangguran terselubung.
”Prioritas kami adalah mereka yang tidak kuliah dan belum bekerja. Kelompok ini yang perlu kami berikan penguatan pelatihan vokasi dan pendampingan,” jelasnya.
Gus Iwan menyoroti fenomena banyaknya tenaga kerja muda Bali yang memilih mengadu nasib ke luar daerah atau luar negeri.
Hal ini terjadi karena lowongan pariwisata lokal yang melimpah kerap kali tidak membutuhkan kualifikasi kompetensi tinggi, sehingga berdampak pada tawaran gaji yang terbatas.
Guna mengatasi persoalan tersebut, ia mendorong angkatan kerja lokal untuk terus mengasah kemampuan teknis (hard skill) serta menjaga daya tahan mental.
”Seseorang membutuhkan kompetensi yang memadai agar bisa mendapatkan take home pay yang sesuai. Hard skill itu bisa dilatih dan diasah, tetapi kesiapan mentalitas dan kejujuran juga menjadi modal utama dalam menembus dunia kerja,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali