RadarBuleleng.id – Pemprov Bali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dalam mendukung gerakan pencegahan korupsi di sektor pendidikan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI memberikan Pemprov Bali penghargaan sebagai wilayah dengan kontribusi teraktif dan tercepat dalam pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KPK RI, Setyo Budiyanto kepada Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Dalam sambutannya, Setyo Budiyanto memberikan apresiasi tinggi atas komitmen dan Kecepatan Pemprov Bali dalam menyediakan data survei yang melibatkan lebih dari 45 ribu satuan pendidikan dan 951 ribu responden di seluruh Indonesia.
”Kita harap gubernur daerah lain bisa mengikuti apa yang sudah baik dilakukan seperti Gubernur Bali. Kontribusinya dalam kecepatan mengirimkan data ini luar biasa, jadi yang tercepat dan patut menjadi contoh bagi daerah lain,” puji Setyo.
Berdasarkan pemetaan KPK, Provinsi Bali berhasil mengantongi Indeks Integritas Pendidikan sebesar 74,08 dengan predikat Adaptif. Secara rinci, sembilan kabupaten/kota di Bali mencatatkan nilai rata-rata yang sangat solid, yakni mencapai 77,27.
Menariknya, Kabupaten Buleleng berhasil menempati posisi puncak dengan skor integritas tertinggi di Bali, yakni sebesar 79,06.
Catatan apik Buleleng ini disusul oleh Tabanan (78,85), Bangli (77,39), Klungkung (77,09), Karangasem (76,93), Denpasar (76,92), Gianyar (76,52), Jembrana (76,40), dan Badung (76,26).
Dari sisi kategorisasi, empat daerah yaitu Buleleng, Tabanan, Bangli, dan Klungkung berada pada kategori Korektif. Sementara Karangasem, Denpasar, Gianyar, Jembrana, dan Badung masuk dalam kelompok Adaptif.
Setyo Budiyanto menegaskan bahwa pembentukan karakter anti korupsi harus dimulai dari hal-hal sederhana di sekolah, seperti tidak menyontek, tidak memalsukan tugas, berani mengakui kesalahan, dan bertanggung jawab atas fasilitas belajar.
Merespons penghargaan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa penanaman nilai kejujuran di bangku sekolah merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
”Pendidikan antikorupsi harus terus kita dukung dan perkuat. Nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab harus ditanamkan sejak dini agar melekat hingga siswa memasuki dunia kerja, pelayanan publik, maupun birokrasi,” tegas Koster. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng