Imbas Pertalite Langka di Bali: Pembeli Rela Antre Panjang di Pedagang Bensin Eceran

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 06:10 WIB
ANTRE: Warga mengantre untuk mendapatkan bensin eceran di Kabupaten Tabanan, Bali. Kelangkaan pertalite di Bali bukan hanya mengakibatkan warga mengantre di SPBU, tapi juga di pedagang bensin eceran. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
ANTRE: Warga mengantre untuk mendapatkan bensin eceran di Kabupaten Tabanan, Bali. Kelangkaan pertalite di Bali bukan hanya mengakibatkan warga mengantre di SPBU, tapi juga di pedagang bensin eceran. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang melanda sejumlah wilayah di Bali kian memprihatinkan. 

Tak hanya memicu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), fenomena kelangkaan ini kini merembet hingga ke tingkat pedagang Pertamini dan bensin eceran di warung-warung warga.

Pemandangan tersebut salah satunya terlihat di kawasan Pesiapan, Kabupaten Tabanan, Minggu (11/10/2026). 

Sejumlah warga mengaku terpaksa berburu BBM ke pedagang eceran lantaran stok di SPBU langganan mereka habis.

”Bukan cuma antre di SPBU, di Pertamini pun sekarang harus antre panjang karena SPBU pada kosong,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (11/10/2026).

Antrean di pedagang eceran tak hanya didominasi oleh pengendara roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat. 

Bahkan, beberapa warga terlihat membawa jerigen hingga galon demi mengamankan pasokan bensin.

”Ada juga yang beli borongan pakai galon. Kondisi seperti ini bikin susah kalau mau bepergian jauh, takut kehabisan bensin di tengah jalan karena stok di mana-mana langka,” keluhnya.

Sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir dinilai sangat mengganggu mobilitas dan aktivitas perekonomian harian warga.

Menanggapi gejolak ketersediaan BBM di Bali, Area Manager Communication, Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa kendala tersebut dipicu keterlambatan pengiriman pasokan Pertalite.

Meski demikian, pihak Pertamina mengklaim pasokan BBM tambahan telah mulai masuk secara bertahap sejak 7 Oktober dan pengiriman berikutnya dijadwalkan tiba pada Minggu (11/10/2026).

”Kami terus mengupayakan percepatan pemulihan suplai dengan mengoptimalkan pengaturan stok, kesiapan sarana fasilitas, serta koordinasi operasional agar pelayanan BBM kepada masyarakat di Bali segera kembali normal,” terang Ahad Rahedi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Bali Hari Ini Pertamina Bali Pertalite Langka Bali Bensin Eceran Bali Kelangkaan BBM Tabanan