RadarBuleleng.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyentil pola pembangunan daerah yang hanya berfokus pada pembagian dana hibah.
Ia menegaskan, tata kelola dan keberlanjutan Pulau Bali memerlukan kebijakan strategis jangka panjang, bukan sekadar program jangka pendek.
Hal itu disampaikan Koster di hadapan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat penandatanganan kesepakatan Kawasan Rendah Emisi Kerthi Bhumi Satwika 2026–2030 di Pura Dang Khayangan Er Jeruk, Sukawati, Gianyar, Sabtu (10/10/2026).
Koster mengingatkan bahwa pengelolaan daerah yang berkesinambungan membutuhkan perencanaan fundamental untuk merawat lingkungan dan pariwisata Bali secara makro.
”Ngurus daerah tak bisa cetek-cetek, cuma sekadar ngasih hibah. Bagaimana Bali ini kita jaga secara menyeluruh, itu yang utama,” tegas Koster.
Meski mengapresiasi kontribusi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung yang mencapai Rp 6,3 triliun atau 70 persen lebih dari total target PHR Bali tahun 2026 (Rp 8,5 triliun), Koster meminta Badung tidak hanya berfokus pada wilayahnya sendiri atau sekadar membagikan anggaran.
Ia mendorong agar alokasi anggaran, termasuk dana gotong royong 10 persen PHR Badung yang disalurkan ke enam kabupaten lain, benar-benar menyasar pembangunan infrastruktur dasar dan penyelamatan ekosistem yang berdampak langsung pada pariwisata Bali.
”Makanya Pak Bupati saya tarik untuk ikut memikirkan Bali secara luas. Sebab jika terjadi kerusakan lingkungan di Karangasem, Buleleng, Klungkung, atau Nusa Penida, dampaknya akan dirasakan oleh pariwisata Bali secara keseluruhan, yang pada akhirnya memengaruhi penerimaan PHR Badung juga,” jelasnya.
Koster menambahkan, penggunaan pendapatan daerah yang bersumber dari potensi alam Bali harus dikelola secara terarah, beradab, dan bermartabat demi menjamin masa depan kebudayaan serta lingkungan Bali. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali