Pertalite Langka di Bali, Koster Panggil Pertamina

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 17:37 WIB
ANTRE PANJANG: Kendaraan bermotor mengantre BBM di SPBU 54.801.39 di Jalan Kamboja, Kreneng, Denpasar. Krisis BBM, khususnya jenis pertalite meluas di Denpasar, Badung, dan Tabanan. (Miftahuddin M. Halim/Radar Bali)
ANTRE PANJANG: Kendaraan bermotor mengantre BBM di SPBU 54.801.39 di Jalan Kamboja, Kreneng, Denpasar. Krisis BBM, khususnya jenis pertalite meluas di Denpasar, Badung, dan Tabanan. (Miftahuddin M. Halim/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Krisis bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di Bali yang terjadi sejak beberapa hari terakhir, makin parah saja.

Pada Senin (12/10/2026), krisis pertalite bukan hanya terjadi di kawasan Kuta dan Nusa Dua. Tapi telah meluas ke penjuru Kabupaten Badung, Denpasar, hingga Tabanan.

Tak hanya itu, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) memutuskan tutup. Antrean bahkan mengular hingga ke pedagang eceran dan Pertamini.

Menyusul fenomena tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster memanggil perwakilan PT Pertamina dan Hiswana Migas Bali untuk membahas percepatan penanganan krisis tersebut pada Senin (12/10/2026) pukul 11.00 WITA.

Koster menyebut kapal pengangkut BBM pasokan Pertamina sebenarnya telah bersandar di pelabuhan Bali sejak Minggu (11/10/2026).

”Hari ini BBM mulai didistribusikan ke seluruh pelosok Bali, sehingga sore ini masalah pasokan diharapkan sudah dapat teratasi,” tegas Koster, Senin (12/10/2026).

Koster menambahkan, kapal pengangkut BBM tambahan dijadwalkan kembali berlabuh pada Selasa (13/10/2026) besok untuk menjamin ketersediaan stok di seluruh SPBU kembali normal sepenuhnya.

Fenomena kelangkaan ini turut mendapat sorotan dari Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Kusuma Kelakan. 

Politisi PDI Perjuangan ini mengaku terus berkoordinasi intensif dengan Pertamina selaku mitra kerja Komisi VI.

Berdasarkan data koordinasi, Alit Kelakan membeberkan bahwa antrean panjang di wilayah Denpasar dan Badung dipicu oleh lonjakan tajam konsumsi Pertalite di tingkat masyarakat yang menguras stok SPBU secara mendadak.

”Hasil koordinasi saya dengan Pertamina menunjukkan antrean di Denpasar dan Badung terjadi akibat peningkatan konsumsi Pertalite yang cukup tinggi, sehingga menggerus stok harian di SPBU,” terang Alit Kelakan.

Guna memulihkan distribusi, Pertamina menjamin pengaturan suplai dilakukan secara maksimal agar penyaluran ke SPBU tidak terputus. 

Langkah pemulihan langsung dipusatkan melalui penguatan stok di Terminal BBM (TBBM) Manggis di Karangasem dan Pesanggaran.

Kapal tangker yang bersandar di TBBM Manggis membawa pasokan jumbo, yakni 17.000 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.

Saat ini, TBBM Manggis dioperasikan penuh selama 24 jam nonstop untuk mempercepat pengiriman ke seluruh daerah di Bali. 

Armada mobil tangki dikerahkan secara masif guna memecah antrean, seperti pengiriman pasokan ke SPBU Sanggulan serta SPBU Den Kayu yang dilaporkan telah tiba di lokasi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Bali Hari Ini Pertamina Bali Pertalite Langka Bali BBM Langka di Bali wayan koster