Krisis BBM Terjadi di Bali: Pengamat Sebut Pertamina Gagal Atasi Masalah

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:08 WIB
PADAT: Antrean kendaraan memadati ruas Jalan Kamboja. Kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU Kreneng. (Miftahuddin M. Halim/Radar Bali)
PADAT: Antrean kendaraan memadati ruas Jalan Kamboja. Kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM di SPBU Kreneng. (Miftahuddin M. Halim/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Krisis ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Bali kian memicu gelombang kekecewaan publik. 

Hingga Rabu (14/10/2026), antrean panjang kendaraan masih mengular hebat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Nusa Dua, Mumbul, hingga Jimbaran, Kabupaten Badung.

Bukannya terurai, warga justru harus menelan pil pahit lantaran stok bensin utama tersebut berulang kali mendadak kosong.

Pantauan di lapangan menunjukkan kepanikan dan kebingungan warga yang tak menentu. Beberapa SPBU tampak sepi melompong dan hanya melayani penjualan solar, sementara SPBU lainnya diserbu ratusan kendaraan hingga memacetkan badan jalan.

Bahkan di salah satu SPBU kawasan Jimbaran, petugas berulang kali terpaksa mengumumkan kekosongan stok melalui pengeras suara.

”Hanya tersedia Solar. Yang lain kosong!” ungkap petugas melalui pengeras suara.

Kondisi serba terbatas yang sudah berlangsung beberapa hari ini tak pelak memantik amarah warga. 

Distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dijanjikan normal pada Senin (12/10/2026) malam atau paling lambat Selasa (13/10/2026) pagi, ternyata tak terealisasi.

Pengamat Kebijakan Publik Bali, I Nyoman Mardika mengkritik mitigasi risiko dari Pertamina Patra Niaga. 

Menurutnya, alasan klasik keterlambatan kapal pengangkut BBM tidak semestinya mengorbankan hajat hidup masyarakat.

”Pertanyaannya, kenapa terjadi keterlambatan pasokan yang merembet berhari-hari begini? Seharusnya Pertamina punya kalkulasi pasokan aman sebelum stok riil di lapangan benar-benar habis,” tegas Mardika.

Ia bahkan mendesak dilakukannya investigasi mendalam terkait mekanisme distribusi di tingkat SPBU untuk mengantisipasi dugaan kecurangan oleh oknum tak bertanggung jawab.

”Bisa saja ada permainan oknum petugas SPBU sehingga stok yang tersedia mendadak berkurang drastis. Ini harus dipastikan melalui pemeriksaan ketat, bukan sekadar pembiaran,” ujarnya.

Mardika juga menyayangkan sikap Pertamina yang terkesan baru bergerak setelah polemik distribusi viral di media sosial, lalu diikuti dengan panggilan resmi dari Gubernur Bali.

”Selaku pihak yang bertanggung jawab atas rantai distribusi, Pertamina wajib monitoring berkala. Jangan menunggu persoalan membesar baru bergerak,” tambahnya.

Sementara itu PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengklaim pemulihan pasokan BBM di Bali melalui pengaturan pengiriman berdasarkan skala prioritas SPBU dan optimalisasi suplai secara kontinu selama 24 jam. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat sesuai kondisi di lapangan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, penentuan SPBU prioritas menjadi bagian dari pengaturan operasional agar penyaluran dapat dilakukan secara lebih terarah.

“Kami mengoptimalkan pengiriman dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SPBU serta menjalankan suplai secara kontinu selama 24 jam. Dengan langkah ini, kami berharap proses pemulihan pelayanan BBM kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Ahad.

Dari sisi pasokan, MT Klasogun yang mengangkut pasokan Pertalite dan Biosolar telah tiba di Fuel Terminal (FT) Sanggaran pada Selasa (13/10/2026).

Tambahan pasokan ini diharapkan mendukung pemenuhan kebutuhan SPBU di tengah upaya pemulihan yang tengah berlangsung. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Badung Hari Ini Pertamina Bali Pertalite Langka Bali BBM Langka di Bali SPBU Badung