RadarBuleleng.id – Dampak krisis dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali tak hanya menguras emosi dan fisik para pengendara.
Beratnya beban kerja melayani gelombang antrean kendaraan yang mengular ratusan meter nonstop akhirnya memakan korban dari pihak pelayanan.
Seorang petugas operasional SPBU 54.821.14 di Jalan Wisnu Marga, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, dilaporkan pingsan mendadak akibat kelelahan hebat saat melayani pengisian BBM bagi warga, Jumat (16/10/2026) malam.
Petugas SPBU bernasib malang tersebut diketahui bernama I Kadek Dwi Jaya.
Beruntung, insiden tumbangnya korban langsung direspons cepat oleh rekan kerja dan aparat di lokasi dengan dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kapolsek Marga, AKP I Nyoman Sudarma mengungkapkan, petugas SPBU tersebut tumbang sekitar pukul 19.00 WITA.
Korban mendadak jatuh pingsan tepat di samping unit dispenser saat sedang memegang nozzle pengisian BBM.
”Korban tumbang murni karena mengalami kelelahan fisik yang amat sangat setelah seharian melayani arus antrean kendaraan warga yang melakukan pengisian BBM tanpa henti,” ujar AKP I Nyoman Sudarma, Sabtu (17/10/2026).
Saat kejadian, Kadek Dwi Jaya langsung dievakuasi ke Klinik Permata Bunda untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Setelah kondisinya stabil dan kesadarannya pulih, korban diizinkan pulang ke rumah duka di Banjar Kalibalang, Desa Payangan, Marga, untuk menjalani istirahat total.
Merespons maraknya warga dan petugas yang kelelahan akibat sengatan terik matahari dan penantian panjang di area SPBU, Polres Tabanan mengambil langkah taktis dengan mendirikan tenda pelayanan darurat di area SPBU Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Wiwik Endrayani, menjelaskan bahwa pendirian tenda darurat ini difungsikan sebagai rest area serta tempat pertolongan pertama bagi warga yang mengalami gejala dehidrasi atau kelelahan.
”Kehadiran tenda khusus pos pelayanan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kami memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang terpaksa ikut mengantre BBM di bawah terik cuaca panas,” terang Iptu Wiwik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng