RadarBuleleng.id - Pemprov Bali mulai siap pasang badan terhadap program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemprov Bali menyatakan siap mengoptimalkan seluruh aset tanah milik pemerintah daerah hingga tingkat desa demi menyukseskan program MBG.
Pernyataan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Kamis (30/10/2026).
”Lahan milik pemerintah daerah atau desa di manapun bisa diberdayakan. Selama ini hal itu juga sudah berjalan,” ungkap Wayan Koster dalam paripurna.
Implementasi program MBG ini sekaligus memupus sekat-sekat politik. Meskipun Presiden Prabowo merupakan pimpinan Partai Gerindra dan Koster berasal dari PDI Perjuangan (PDIP), kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat Bali tetap berjalan mulus.
Selain MBG, program Koperasi Desa Merah Putih turut diintegrasikan untuk menyerap hasil produksi pertanian lokal Bali secara berkesinambungan.
Usai sidang paripurna, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menegaskan kembali komitmen Pemprov Bali dalam mengawal jalannya program nasional tersebut.
Kendati mendukung penuh, mantan Bupati Badung dua periode ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat mengingat besarnya anggaran yang dikucurkan.
”Di Bali astungkara bagus dan tidak ada kasus keracunan. Harapan kami pengawasan dan komunikasi bisa terus bersinergi, tidak hanya di sektor pemerintahan, tetapi juga melibatkan pihak swasta hingga jajaran TNI-Polri dalam tatanan pengawasan,” jelas Giri Prasta.
Menanggapi wacana insentif dari pemerintah pusat bagi daerah yang sukses mengeksekusi program ini, Giri Prasta menyambutnya dengan antusias.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 triliun sebagai insentif fiskal bagi pemda berprestasi dalam menyukseskan program MBG.
”Pertanyaannya sederhana, siapa sih pemerintah daerah yang tidak menginginkan insentif? Ini adalah wujud motivasi nyata dari pemerintah pusat agar daerah bisa berkembang dalam tatanan pembangunan dan pengawasan,” imbuhnya.
Dari sisi kesiapan data teknis, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Putu Astri Dewi Miranti, memaparkan rincian data penerima manfaat program MBG di seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan Provinsi Bali, total sasaran program strategis ini mencakup 508.316 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, 33.717 guru dan tenaga kependidikan (tendik), serta 64.040 sasaran kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali