Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kisah Sukses KWT Amertha Nadi: Mengolah Anggur di Tengah Tantangan Harga, Minuman Sari Buah Jadi Primadona

Eka Prasetya • Jumat, 5 Januari 2024 | 12:30 WIB

 

INOVASI DESA: Wakil Ketua KWT Amertha Nadi, Nyoman Ratna Dewi menunjukkan selai anggur.
INOVASI DESA: Wakil Ketua KWT Amertha Nadi, Nyoman Ratna Dewi menunjukkan selai anggur.
 

BANJAR, RadarBuleleng.id - Langkah sukses yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Amertha Nadi bisa menjadi inspirasi. Melimpahnya hasil panen dan rendahnya harga anggur, mendorong KWT Amertha Nadi melahirkan produk olahan anggur.

Inspirasi pengolahan anggur itu dimulai pada tahun 2011 silam. Saat itu, ibu-ibu yang mukim di Desa Banjar, Kecamatan Banjar itu merasa prihatin. Karena hasil panen anggur melimpah. Sementara harga dipermainkan tengkulak. 

Mereka kemudian berinisiatif membuat produk olahan dengan bahan dasar buah anggur sebagai salah satu inovasi desa.

Hingga kini ada delapan jenis produk olahan anggur yang siap dipasarkan. Seperti dodol anggur, brem anggur, kerupuk kulit anggur, sari buah anggur, jus anggur, selai anggur, kismis, kopi biji anggur, serta iwel (jajan tradisional khas Bali) berbahan dasar anggur. Dari sekian banyak produk, yang menjadi primadona adalah sari buah anggur.

Wakil Ketua KWT Amertha Nadi, Nyoman Ratna Dewi menjelaskan, produk-produk olahan itu semata-mata dibuat untuk mendongkrak harga jual. Terutama saat panen raya buah anggur. 

Menurut Ratna, anggota kelompok memproduksi minuman sari buah anggur tanpa bahan pengawet. Konsekuensinya produk minuman tidak bisa bertahan lama.

“Kalau disimpan dalam suhu ruangan hanya dapat bertahan maksimal dua hari. Sedangkan dalam lemari pendingin bisa bertahan 5-7 hari sepanjang segelnya belum dibuka. Setelah itu otomatis akan ada proses fermentasi, jadi rasanya berubah,” ujarnya.

Ia mengaku sudah mengikuti beberapa pelatihan untuk menambah masa simpan produk. Instruktur menyarankan menambah beberapa bahan. Namun bahan-bahan itu justru memengaruhi rasa anggur.

“Akhirnya kami bertahan dengan produk yang segar,” kata Ratna Dewi.

Saat ini produk sari buah anggur dijual seharga Rp 5.000 per botol. Setiap bulan, KWT Amertha Nadi bisa memproduksi 600 botol sari anggur, dengan menghabiskan bahan baku sebanyak 120 kilogram buah segar. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#inovasi desa #harga anggur #sari buah anggur #wanita tani #desa banjar #produk olahan anggur #KWT Amertha Nadi