Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Inspiratif! Lestarikan Lingkungan, Komunitas Kayoman Pedawa Buat Program Adopsi Sumber Air

Eka Prasetya • Selasa, 7 Mei 2024 | 00:27 WIB

 

SUMBER AIR: Program adopsi sumber air yang digagas Komunitas Kayoman Pedawa.
SUMBER AIR: Program adopsi sumber air yang digagas Komunitas Kayoman Pedawa.

BANJAR, RadarBuleleng.id - Komunitas Kayoman Pedawa punya cara sendiri dalam melestarikan lingkungan mereka.

Komunitas yang berbasis di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar itu punya program bernama “adopsi kayoan”.

Program adopsi kayoan merupakan program adopsi kawasan hulu yang menjadi sumber air masyarakat.

Warga atau perusahaan bisa mengadopsi sumber mata air. Sebagai gantinya, masyarakat wajib melestarikan sumber mata air. Terutama tanaman di kawasan hulu.

Baca Juga: Memuliakan Sumber Air, Komunitas Kayoman Pedawa Gandeng Akademisi Jepang Tanam Pohon di Kawasan Perbukitan Bali Utara

Program adopsi kayoan itu sebenarnya sudah digagas sejak tahun 2023 lalu. Tahun lalu ada 5 titik kayoan atau sumber air yang diadopsi.

Sementara tahun ini, ada 2 titik kayoan yang diadopsi oleh pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan swasta.

Masing-masing kayoan atau sumber air yang terletak di lahan milik I Wayan Sukrata yang ada di wilayah Banjar Dinas Insakan dan sumber air di lahan milik Tawan, warga Banjar Dinas Lambo.

Inisiator program adopsi kayoan, Ade Irma menuturkan, program tersebut bertujuan untuk menjaga kelestarian dan sumber sumber mata air yang ada di Desa Pedawa.

Jangka panjang, program itu diharapkan menggugah kesadaran masyarakat dalam menjaga kelangsungan sumber air, khususnya yang ada di lahan milik pribadi.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan di Buleleng, Hutan Diubah Jadi Urban Farming

Salah seorang pemilik lahan, Wayan Sukrata mengungkapkan program tersebut memberikan dampak positif.

Menurutnya program tersebut bukan semata-mata soal nominal yang diberikan kepada pemilik lahan. Tapi lebih pada kelestarian lingkungan.

“Jadi bukan saya saja sebagai pemilik lahan yang menjaga sumber air. Tapi masyarakat lain juga ikut terlibat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Komunitas Kayoman Pedawa, Putu Yuli Supariadnyana mengungkapkan, selama ini pihaknya bergerak secara swadaya dalam langkah pelestarian lingkungan.

“Jujur saja kadang untuk melakukan reboisasi secara masif, kami cukup terkendala. Dengan adanya mitra yang mendukung, tentu akan mendukung langkah kami,” demikian Yuli. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sumber air #lingkungan #komunitas #kayoman pedawa #PEDAWA