Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dinas Pertanian Buleleng Kembangkan Budidaya Anggur Melalui Sistem Rumah Kaca

Eka Prasetya • Minggu, 3 November 2024 | 01:24 WIB
ANGGUR: Uji coba penanaman anggur di dalam rumah kaca. Rumah kaca itu dibangun di Desa Banjar, Buleleng.
ANGGUR: Uji coba penanaman anggur di dalam rumah kaca. Rumah kaca itu dibangun di Desa Banjar, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng sedang melaksanakan uji coba budidaya anggur menggunakan rumah kaca. 

Proyek tersebut dilakukan pada lahan seluas 3,36 are milik Kelompok Tani Anggur Amerta Nadi, di Desa Banjar, Buleleng.

Inisiatif tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pertanian RI, dengan total anggaran sebesar Rp 309,130 juta. 

Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan rumah kaca, tetapi juga untuk sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT), serta penyediaan sarana produksi dan bibit anggur baru.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat menjelaskan, desain rumah kaca bertujuan mengendalikan dan mengatur kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman. 

Dengan cara tersebut, diharapkan hasil panen dapat meningkat dan lebih optimal. Metode budidaya dalam rumah kaca ini juga berorientasi pada praktik pertanian organik.

“Kami mengembangkan budidaya anggur dalam rumah kaca karena metode konvensional membuat anggur rentan terhadap perubahan cuaca. Dengan rumah kaca, kami dapat mengontrol faktor lingkungan seperti cuaca dan serangan hama,” jelas Melandrat.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng itu mengakui investasi budidaya menggunakan rumah kaca lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Namun keuntungan jangka panjang yang diperoleh lebih besar.

Perbandingannya, untuk satu unit rumah kaca membutuhkan biaya antara Rp 100-150 juta. Namun, metode ini lebih efisien dalam hal biaya operasional dan pemeliharaan.

“Metode konvensional memang lebih murah di awal, tetapi setelah itu, biaya operasional dan pemeliharaannya justru lebih tinggi dan memerlukan banyak tenaga kerja,” katanya.

Adapun varietas anggur yang dikembangkan dalam rumah kaca ini adalah varietas introduksi. Seperti Trans, Everest, Taldun, Go Sv, dan Akademik. Varietas-varietas ini dipilih karena memiliki harga jual yang baik dan peluang untuk diekspor.

“Petani cenderung mengikuti jika mereka melihat contoh yang berhasil. Kami harap kendala modal awal yang besar dapat diatasi dengan bantuan perbankan,” tegas Melandrat. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#anggur #pertanian #rumah kaca #budidaya #buleleng