Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pelajar di Buleleng Ulah Pati, Keluarga Mantan Pacar Minta Maaf

Francelino Junior • Kamis, 6 Maret 2025 | 14:34 WIB

 

MINTA MAAF: Peristiwa ulah pati yang dilakukan pemuda di Desa Kayuputih, Buleleng, viral. Pihak keluarga mantan pacar, datang ke rumah duka untuk minta maaf.
MINTA MAAF: Peristiwa ulah pati yang dilakukan pemuda di Desa Kayuputih, Buleleng, viral. Pihak keluarga mantan pacar, datang ke rumah duka untuk minta maaf.

BANJAR, RadarBuleleng.id - Peristiwa ulah pati yang menimpa Ketut Rian Pandu Winata, 20, seorang pelajar asal Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, Buleleng, viral di media sosial.

Peristiwa ulah pati itu viral, setelah rekaman percakapan antara korban dengan orang tua mantan pacarnya tersebar di media sosial.

Sebelum nekat mengakhiri hidup dengan cara ulah pati menggunakan selendang di dapur rumahnya, almarhum Ketut Rian diduga sempat berkomunikasi via WhatsApp dengan orang tua dari mantan pacarnya. 

Rekaman percakapan WhatsApp tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Diduga korban nekat melakukan aksi ulah pati, karena merasa diteror oleh orang tua mantan pacarnya. Ditambah lagi orang tua sang mantan, hendak bertemu dengan orang tua korban.

Baca Juga: Amor ing Acintya. Pemuda di Buleleng Meninggal Akibat Ulah Pati. Diduga Sempat Cekcok dengan Orang Tua Pacar

Menyusul peristiwa tersebut, orang tua sang mantan pacar mendatangi rumah duka korban di Desa Kayuputih, pada Rabu (5/3/2025).

Kedatangan mereka didampingi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Kehadiran mereka juga diterima langsung pihak keluarga mendiang.

Kapolsek Banjar, Kompol I Gede Putu Semadi mengatakan, orang tua mantan pacar datang ke rumah duka untuk menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban. 

mereka tidak menyangka bahwa pesan WhatsApp yang berisi ancaman untuk menemui orang tua korban, membuat mendiang nekat melakukan ulah pati.

Baca Juga: Amor ing Acintya, Prajurit TNI di Buleleng Ulah Pati. Temukan Senjata Api di Pangkuan

Menurutnya, pesan tersebut semata-mata bertujuan untuk melindungi dan menjamin keamanan putrinya. Mengingat hubungan asmara antara keduanya telah berakhir sekitar sembilan bulan lalu. Namun almarhum masih sering menghubungi mantan pacarnya.

"Pihak keluarga almarhum telah menerima permintaan maaf dari orang tua mantan pacar putranya dan menganggap ini sebagai takdir dan akhir dari perjalanan hidup almarhum," ungkapnya.

Pihak keluarga mantan pacar almarhum memberikan santunan seikhlasnya sebagai bentuk belasungkawa kepada orang tua Ketut Rian.

"Dengan adanya klarifikasi dan semua pihak telah saling memaafkan serta menerima kejadian ini, kami berharap permasalahan tidak diperpanjang lagi," imbuhnya.

Pihak kepolisian menghimbau agar para pemuda terbuka dan berani bicara dengan orang terdekat. Bukan memilih jalan pintas dengan melakukan ulah pati. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Kayuputih #rumah duka #ulah pati #pemuda #buleleng