Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Banjir Bandang Terjang Desa Banjar di Buleleng Bali. Empat Orang Dilaporkan Hilang Terseret Arus

Eka Prasetya • Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:55 WIB

 

EVAKUASI: Tim SAR gabungan bersama warga mengevakuasi seorang korban banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
EVAKUASI: Tim SAR gabungan bersama warga mengevakuasi seorang korban banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat (6/3/2026) sore memicu banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. 

Bencana tersebut menyebabkan empat warga dilaporkan hanyut dan hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Sebanyak empat korban yang dilaporkan hanyut berasal dari dua lokasi berbeda. Seorang diantaranya hilang Dusun Santal dan tiga orang lainnya di Dusun Ambengan, Desa Banjar.

Satu korban dari Dusun Santal diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana, 55. Ia terseret arus saat berusaha menyelamatkan mobil miliknya yang terparkir di depan rumah. 

Saat kejadian, korban hendak memindahkan kendaraan ke tempat yang lebih aman karena air mulai naik.

Menurut Kepala Dusun Santal, Ketut Sudiadika, saat korban masuk ke dalam mobil, kondisi banjir masih relatif kecil. Namun dalam waktu singkat, debit air tiba-tiba meningkat dan arus deras langsung menghantam mobil tersebut.

“Korban mau memindahkan mobil ke tempat yang lebih tinggi. Pas masuk ke mobil, tiba-tiba banjir membesar dan menghanyutkan mobil bersama korban,” jelasnya.

Mobil yang ditumpangi korban sempat terseret arus. Korban kemudian berhasil keluar dari kendaraan dan berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pohon kopi di sekitar lokasi. 

Namun derasnya arus yang membawa material kayu besar membuat korban akhirnya kembali terseret banjir.

Warga setempat sempat berusaha memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus membuat upaya penyelamatan tidak berhasil. Pencarian baru bisa dilakukan setelah debit air mulai surut sekitar pukul 23.00 WITA.

Korban ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi kejadian di aliran Pangkung Santal. Saat ditemukan, tubuh korban tersangkut di semak bambu dalam kondisi meninggal dunia.

“Tubuhnya tertutup lumpur dan sampah, lalu kami memanggil warga lain untuk membantu evakuasi,” ujar Nyoman Putra Arjaya, warga yang pertama menemukan korban.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Tanguwisia untuk pemeriksaan luar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Selain di Dusun Santal, banjir bandang juga menyebabkan tiga warga dari Dusun Ambengan dilaporkan hilang. Mereka adalah Komang Suci, 44, bersama dua anaknya, masing-masing Putu Wini, 17, dan Kadek Wahyu, 12.

Ketiganya diduga terseret banjir setelah rumah mereka diterjang luapan Tukad Mendaum. 

Saat kejadian, Putu Wini sempat merekam kondisi banjir menggunakan ponselnya, sementara sang ibu dan adiknya berada di dalam kamar. Ayah mereka diketahui sedang berada di luar rumah.

Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa mengatakan, arus banjir yang membawa lumpur dan batang kayu besar tiba-tiba menghantam rumah korban hingga dinding bagian barat jebol.

“Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam menggunakan ponselnya. Tidak lama kemudian banjir besar datang dan menghantam rumah hingga ketiganya hanyut terbawa arus,” jelasnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Buleleng, TNI, Polri, PMI, serta warga setempat melakukan upaya pencarian terhadap tiga korban yang masih hilang.

Namun pencarian dihentikan pada pukul 00.20 Sabtu (7/3/2026) dini hari karena kondisi cuaca dan situasi di lokasi yang dinilai berbahaya.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan menjelaskan, derasnya arus sungai, kondisi lumpur tebal, serta potensi banjir susulan membuat pencarian tidak memungkinkan dilanjutkan pada malam hari.

“Karena situasi tidak memungkinkan, pencarian kami hentikan sementara. Air masih tinggi dan dikhawatirkan terjadi banjir susulan,” ujarnya.

Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (7/3/2026) pagi. Tim SAR akan membagi operasi pencarian menjadi dua jalur, yakni menyusuri aliran Tukad Mendaum serta melakukan penyisiran di wilayah pesisir pantai.

“Tim akan dibagi untuk menelusuri sungai dan melakukan penyisiran di area pantai. Kami berharap ketiga korban bisa segera ditemukan,” tambahnya.

Selain operasi pencarian, tim gabungan juga berencana mendirikan dua posko di lokasi bencana. Posko pertama difokuskan untuk mendata kerusakan rumah dan kerugian warga, sementara posko kedua digunakan sebagai pusat koordinasi operasi pencarian korban hilang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Tukad Mendaum #korban #bali #mobil #Banjar #tim sar #kepala dusun #banjir bandang #material #pohon kopi #hujan #banjir #buleleng #jenazah #Arus