Diduga Dupa Sembahyang Jatuh ke Kasur, Rumah Warga di Banjar Ludes Terbakar

Eka Prasetya • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22 WIB
PADAMKAN API: Petugas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang melalap rumah warga Desa Banjar, Buleleng. (BPBD Buleleng)
PADAMKAN API: Petugas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang melalap rumah warga Desa Banjar, Buleleng. (BPBD Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Musibah kebakaran melanda sebuah rumah berlantai tiga milik Ida Ayu Kade Sutareni, 60, di Banjar Dinas Pegentengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu (22/8/2026) pagi. 

Dupa bekas persembahyangan yang jatuh menimpa kasur diduga menjadi pemicu mengamuknya si jago merah.

Peristiwa amuk api tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.30 WITA, saat bangunan rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya.

Insiden pertama kali diketahui oleh saksi Gusti Putu Ngurah Eka Rupawan, 42, dan Ida Bagus Komang Dirga Pramana, 31, yang melintas di sekitar lokasi kejadian. 

Keduanya kaget saat melihat kepulan asap tebal keluar dari sela-sela bangunan rumah korban.

Melihat kondisi tersebut, saksi meminta warga lain menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. 

Tanpa menunggu lama, para saksi bersama warga sekitar mendobrak pintu rumah dan mendapati api sudah membesar membakar kasur di dalam kamar suci. 

Warga sempat berjibaku menjinakkan api menggunakan air PDAM seadanya sebelum armada Damkar tiba di lokasi.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz menjelaskan, dari hasil keterangan saksi-saksi, korban mengakui sempat melakukan persembahyangan di kamar suci pada pukul 06.30 pagi.

"Setelah itu sekitar pukul 07.00 WITA, korban berangkat berjualan ke Bedugul tanpa mengecek kembali kondisi kamar suci," ungkap Yohana.

Tak berselang lama, anak korban, Ida Komang Putra Adnyana, 26, menyusul melakukan persembahyangan lalu berangkat bekerja ke Singaraja sekitar pukul 07.25 WITA.

"Saat berada di tengah jalan, saksi dihubungi kerabatnya bahwa rumah mereka terbakar. Begitu saksi dan korban kembali ke rumah, api sudah membesar dan warga sedang berupaya memadamkan kobaran api," tambah Iptu Yohana.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah kebakaran tersebut. Namun, amukan si jago merah melalap habis bangunan lantai tiga berukuran 6x7 meter beserta jajaran barang berharga di dalamnya.

Barang-barang yang ludes terbakar antara lain uang tunai milik organisasi senilai Rp 15 juta, dua unit televisi, kulkas, dispenser, tiga buah kasur, dua lemari kayu berisi pakaian, set sofa, hingga peralatan elektronik lainnya. Total kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 200 juta.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran dipicu oleh percikan atau jatuhnya dupa sembahyang yang menimpa kasur di dalam kamar suci. 

Pihak korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah murni dan memilih tidak melanjutkan proses hukum. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Kebakaran di Buleleng Kebakaran Rumah Desa Banjar Kebakaran Dupa Sembahyang polsek banjar Polres Buleleng