BANJAR, RadarBuleleng.id – Maraknya aktivitas penerbangan drone misterius pada malam hingga dini hari memicu keresahan di tengah masyarakat Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Kehadiran drone yang melayang rendah di atas pemukiman warga, disinyalir berkaitan erat dengan rentetan aksi pencurian di wilayah setempat.
Menanggapi keresahan warga yang kian memuncak, Pemerintah Desa Gobleg melayangkan surat himbauan tegas. Pemdes melarang keras aktivitas penerbangan drone tanpa izin mulai pukul 18.00 WITA hingga 06.00 WITA.
Pemilik vila, pengelola hotel, hingga pelaku usaha pariwisata diminta menginformasikan aturan ini kepada seluruh wisatawan menginap maupun staf internal.
Apabila imbauan diindahkan dan masih ditemukan drone beroperasi pada jam terlarang, aparat berwenang bakal mengambil tindakan tegas di lapangan.
Perbekel Desa Gobleg, I Made Separsa, mengungkapkan bahwa pergerakan drone asing ini telah terpantau sejak beberapa dua pekan terakhir di kawasan Asah Gobleg dan sekitarnya.
Awalnya, drone beroperasi sekitar pukul 22.30 WITA hingga 03.00 WITA. Namun belakangan, aktivitasnya semakin nekat lantaran sudah mengangkasa sejak pukul 20.30 WITA hingga subuh.
"Maksud, tujuan, dan siapa pemiliknya kami sama sekali tidak tahu. Cara terbangnya seperti mengintai rumah warga. Kalau ketahuan orang, dronenya langsung menjauh. Ada juga drone lain yang terbang agak jauh seperti mengawal," beber Made Separsa, Kamis (3/9/2026).
Separsa mengungkapkan kemunculan drone misterius tersebut justru berdekatan dengan serangkaian kasus kriminalitas di Desa Gobleg dan desa tetangga.
Ia mencatat sudah ada lebih dari lima kali peristiwa pencurian sejak munculnya drone yang terbang pada malam hari.
Beberapa warga melaporkan kehilangan hewan ternak ayam dalam jumlah banyak—mulai dari 3 ekor, 9 ekor, hingga puluhan ekor.
Tak hanya itu, salah satu vila di desa tetangga juga dibobol maling hingga koper milik wisatawan ditemukan tercepat di luar area vila dengan kondisi laptop dan iPad raib.
"Masyarakat sangat resah, bahkan ada warga yang sampai bersiap membawa senapan angin saat meronda. Masalah ini sudah kami laporkan langsung saat rapat Forkom Perbekel di Polda Bali dan ditindaklanjuti Polsek Banjar yang sudah turun ke lokasi," tambahnya.
Pihak desa kini mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri, mengunci barang berharga, serta menunggu mekanisme penindakan hukum lebih lanjut dari aparat kepolisian. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng