Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waduh, Pemprov Bali Punya Utang Ratusan Miliar. Dicicil Mulai Tahun Depan

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 16 Agustus 2024 | 16:15 WIB

 

UTANG RATUSAN MILIAR: Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menjelaskan kondisi keuangan di Pemprov Bali.
UTANG RATUSAN MILIAR: Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menjelaskan kondisi keuangan di Pemprov Bali.

RadarBuleleng.id - Pandemi covid-19 sudah berakhir. Tapi nyatanya, kondisi keuangan di Pemprov Bali masih babak belur.

Pemerintah bahkan masih punya utang hingga ratusan miliar. Utang-utang itu berkaitan dengan proyek fisik yang dikerjakan sejak tahun lalu.

Sejumlah proyek itu sudah tuntas tahun ini. Tapi pemerintah tidak punya uang yang cukup untuk membiayai proyek-proyek tersebut. Sehingga baru dibayar tahun depan.

Baca Juga: Pemprov Bali Nyaris Bangkrut, Adi Wiryatama Klaim “Harapan Sugih Nu Ade”

Alhasil pada tahun 2024 mendatang, pemerintah memprioritaskan anggaran untuk membayar utang kepada pihak rekanan.

Perihal utang Pemprov Bali itu terungkap dalam sambutan Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya yang dibacakan dalam sidang paripurna DPRD Bali pada Rabu (14/8/2024) lalu. 

Adapun paripurna itu membahas tentang APBD Perubahan 2023, serta APBD Induk Tahun Anggaran 2024.

Dalam sambutannya, Mahendra Jaya mengatakan, pembiayaan daerah Tahun 2024 direncanakan sebesar 255 miliar rupiah lebih. 

Dengan kondisi tersebut, pihaknya harus melakukan penyesuaian kembali terhadap belanja daerah. 

Baca Juga: APBD Defisit, Anggota DPRD Bali asal Buleleng Sebut Pemprov Bali Sembrono

Pemprov Bali kini memprioritaskan pembayaran terhadap belanja yang belum terbayarkan pada tahun 2023, akibat keterbatasan kondisi keuangan.

“Kita wajib mengalokasikan kembali belanja-belanja yang belum terbayarkan pada tahun 2023, yang kegiatannya sudah terealisasi. Karena keterbatasan kondisi keuangan kita tahun lalu. Belanja tersebut jumlahnya cukup signifikan,” kata Mahendra Jaya.

Dalam APBD 2024 mendatang, pemerintah menargetkan pendapatan sebanyak Rp 6,8 triliun. Sedangkan belanja daerah mencapai Rp 7,7 triliun.

Dengan kondisi tersebut, praktis APBD Buleleng mengalami defisit sebanyak Rp 929 miliar. Rencananya defisit akan ditutup lewat dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Pemprov Bali #utang #apbd #Sang Made Mahendra Jaya