RadarBuleleng.id – Wifi gratis lewat program bali Smart Island dipangkas. Program itu dihentikan terhitung sejak 1 Januari 2025.
Alhasil sambungan internet yang terpasang di pura maupun wantilan desa adat kini terhenti.
Sejumlah desa adat yang masih mempertahankan layanan internet, harus langganan secara mandiri dengan menggunakan kas desa.
Meski program itu terhenti, Pemprov Bali mengklaim akses internet gratis masih tersedia. Hanya saja dengan fokus lokasi yang berbeda.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfos) Bali, Gede Pramana menyebut layanan internet gratis kini dipusatkan di SMA dan SMK, serta di Pura Sad Kahyangan.
”Sebenarnya wifi gratis itu masih ada seperti di SMA/SMK masih tetap jalan di Pura Sad Kahyangan masih ditangani Provinsi yang menangani,” kata Prama.
Baca Juga: Buleleng Usulkan Tambahan 40 Titik Wifi Gratis ke Pemprov Bali
Menurutnya desa adat tetap bisa menyediakan akses internet gratis. Namun harus dianggarkan lewat dana hibah desa adat.
Pramana mengklaim, proses itu tidak jauh beda. Sebab dana hibah desa adat juga berasal dari Pemprov Bali.
Bedanya, dulu akses internet gratis dibayar oleh Dinas Kominfos. Kini internet gratis menjadi otonomi desa adat.
“Intinya tetap ada wifi mekanisme penganggarannya saja yang tetap beda,” imbuhnya.
Lebih lanjut dijelaskan, untuk memastikan keberlangsungan internet gratis di desa adat, Pemprov Bali akan mengatur pemanfaatan dana hibah desa adat.
”Mekanisme penganggarannya yang berubah. Bappeda yang tahu. Nanti Dinas PMA (Pemajuan Masyarakat Adat) yang mengatur juknis pemanfaatan dana hibah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra mengaku masih akan mengecek penganggaran internet gratis di desa adat.
Seperti diketahui wifi gratis Bali Smart Island (BSI) yang dibiayai Pemerintah Provinsi Bali dihentikan layanannya mulai 1 Januari 2025.
Penghentian layanan internet itu sesuai dengan surat Sekretariat Daerah Provinsi Bali Nomor: B.31.900/7883/PADFE.BPKAD perihal pagu sementara belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota se-Bali dalam APBD Tahun 2025
Editor : Eka Prasetya