Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

BPBD Buleleng Target Tambah Desa Tangguh Bencana

Eka Prasetya • Rabu, 12 Maret 2025 | 01:01 WIB

 

SIAP SELAMAT: BPBD Buleleng melakukan simulasi evakuasi korban bencana alam kepada masyarakat di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Simulasi itu merupakan salah satu cara mencegah korban jiwa.
SIAP SELAMAT: BPBD Buleleng melakukan simulasi evakuasi korban bencana alam kepada masyarakat di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Simulasi itu merupakan salah satu cara mencegah korban jiwa.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pasang target untuk menambah jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) di Buleleng.

Kini BPBD Buleleng tengah melakukan evaluasi terhadap ketangguhan bencana di 129 desa dan 19 kelurahan di seantero Buleleng. 

Evaluasi itu dilakukan guna mendorong setiap desa dan kelurahan menjadi wilayah tangguh bencana. Sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, pihaknya telah melakukan penilaian ketangguhan bencana sejak tahun lalu.

Lewat penilaian itu, harapannya risiko dan dampak bencana bisa ditekan. Kalau toh ada potensi bencana, sudah ada upaya mitigasi untuk mengurangi dampak.

Saat ini, di Buleleng baru 6 desa yang telah masuk kategori Destana. Yakni Desa Galungan dan Desa Lemukih di Kecamatan Sawan, Desa Gitgit dan Desa Pancasari di Kecamatan Sukasada, Desa Musi di Kecamatan Gerokgak, serta Desa Mengening di Kecamatan Kubutambahan.

Ariadi mengatakan, dari hasil penilaian pihaknya mengecek sejumlah indikator. Seperti kebijakan perencanaan risiko bencana, keberadaan forum dan relawan bencana, kesiapan sarana dan prasarana kebencanaan, peningkatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat, serta alokasi dana darurat melalui APBDes.

Lebih lanjut Ariadi menjelaskan, pemerintah desa dan kelurahan juga diwajibkan mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan bencana.

Anggaran itu bisa digunakan untuk pemeliharaan dan pembangunan saluran air, sumur resapan, serta sumber air bersih. Sehingga ancaman kekeringan dapat ditekan.

Pembangunan embung dan pemasangan rambu-rambu evakuasi, Pelatihan relawan bencana dan simulasi evakuasi, Penyusunan Kajian Risiko Bencana (KRB) dan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) skala desa, serta Pengadaan sarana dan prasarana kebencanaan

Dengan upaya ini, BPBD Buleleng optimistis ketangguhan bencana di desa dan kelurahan dapat semakin meningkat. Sehingga risiko bencana bisa diminimalkan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#destana #desa tangguh bencana #kekeringan #desa #kelurahan #bencana #bpbd #buleleng #relawan #mitigasi