Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Direktur RSUD Buleleng Diganti Sementara, dr Putu Arya Fokus Tempuh Pendidikan Lanjutan

Eka Prasetya • Senin, 8 September 2025 | 16:27 WIB

 

Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah melakukan pembebasan tugas terhadap dr Putu Arya Nugraha SpPD, dari jabatannya sebagai Direktur RSUD Buleleng.

Pembebasan tugas itu tertuang dalam SK Bupati Buleleng, yang ditandatangani pada 2 September 2025 lalu.

Untuk sementara, posisi Direktur RSUD Buleleng kini diisi oleh seorang pelaksana tugas. Ia adalah dr. Ketut Suteja Wibawa Sp.DVE yang merupakan salah seorang dokter spesialis di rumah sakit tersebut.

Bupati Buleleng, dr I Nyoman Sutjidra menjelaskan, keputusan harus diambil karena dr. Arya tengah melanjutkan pendidikan subspesialis yang menuntut aktivitas penuh di Denpasar.

“Kalau ambil sub spesialis kan harus sekolah penuh di Denpasar, jadi tidak bisa merangkap kerja. Untuk sementara plt-nya Pak Suteja, sedangkan pejabat definitif akan ditetapkan sekalian dengan mutasi akhir September nanti,” jelas Sutjidra.

Baca Juga: Inspiratif! Anak Pedagang Warung di Buleleng Bakal Lanjutkan Pendidikan di University of Edinburgh. Berhasil Dapat Beasiswa Penuh

Ia menegaskan, penetapan direktur definitif tetap mengacu pada sistem meritokrasi dan manajemen talenta (Simata). 

Nantinya, seluruh kandidat wajib melalui asesmen Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta mendapat pertimbangan teknis dari BKPSDM dan BKN.

“Kandidat bisa lebih dari satu, semua tetap harus melalui asesmen,” tegasnya.

Sementara itu, dr Putu Arya membenarkan dirinya tengah menempuh pendidikan subspesialis di Divisi Reumatologi Autoimun. 

Ia mengaku sudah menjalani satu semester sembari tetap bekerja sebagai direktur, sebelum akhirnya menerima keputusan pembebastugasan.

“Saya memang sudah sekolah satu semester sambil bekerja. Tapi kemudian ada surat pembebastugasan, sekaligus menunjuk Plt Sebagai bagian dari Pemkab, tentu saya ikuti keputusan pimpinan,” kata Arya.

Menurutnya, keputusan melanjutkan studi bukan semata keinginan pribadi, melainkan dorongan dari Kementerian Kesehatan dan RSUP Sanglah sebagai rumah sakit pengampu. 

Langkah tersebut juga selaras dengan rencana pengembangan RSUD Buleleng menuju rumah sakit tipe A sekaligus rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Undiksha.

“Kalau tidak ada yang melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi, kita bisa disorot pusat. Awalnya saya dorong teman-teman, tapi belum ada yang mau. Karena itu saya sendiri yang memutuskan sekolah,” ujarnya.

RSUD Buleleng sendiri masih membutuhkan sejumlah dokter subspesialis, seperti bedah anak dan bedah jantung, untuk menunjang layanan cath lab yang sudah tersedia. 

Selain itu, beberapa pekerjaan rumah juga masih menanti, di antaranya pengadaan alat MRI, peremajaan gedung, dan penambahan tenaga dokter spesialis. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#rsud #pelaksana tugas #badan kepegawaian negara #Definitif #mutasi #bupati #dokter #kementerian kesehatan #subspesialis #pendidikan #spesialis #buleleng #Direktur #autoimun #rsud buleleng #bkn