Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bupati Sutjidra Restui Pembentukan BUMD Migas. Segera Ajukan Kajian ke Kemendagri

Francelino Junior • Senin, 10 November 2025 | 15:35 WIB

 

POTENSI MIGAS: Lokasi yang berpotensi menjadi tambang migas di perairan Buleleng. Blok Agung I yang dieksplorasi perusahaan Inggris berada pada kotak hitam.
POTENSI MIGAS: Lokasi yang berpotensi menjadi tambang migas di perairan Buleleng. Blok Agung I yang dieksplorasi perusahaan Inggris berada pada kotak hitam.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng mematangkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor minyak dan gas bumi (migas). 

Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng tengah menyusun dokumen kajian sebagai dasar pengajuan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan, pembentukan BUMD Migas ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki wilayah Bali Utara. 

Berdasarkan kajian Brida, kawasan perairan laut Buleleng diketahui menyimpan potensi besar sumber daya migas.

“Saat ini sudah berproses. Kami bersinergi dengan Pemprov Bali. Brida Buleleng sedang menyiapkan dokumen kajian, sebelum diajukan ke Kemendagri untuk mendapatkan arahan dan penetapan,” ujar Sutjidra, Minggu (9/11/2025).

Baca Juga: Pelari Tak Bertuan: Komunitas Lari Tanpa Aturan yang Kini Digandrungi Anak Muda

Potensi migas tersebut berada di Blok Agung I dan Agung II yang kini dikelola oleh salah satu perusahaan migas internasional. 

Hasil survei seismik menunjukkan potensi gas mencapai 23,3 triliun kaki kubik (TCF), setara dengan 4 miliar barel minyak mentah (BOE).

Menurut Sutjidra, pendirian BUMD Migas tidak hanya bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membawa semangat keadilan sosial dan pemerataan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat lokal. 

Dari sisi sosial-ekonomi, kehadiran BUMD Migas diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat partisipasi masyarakat, serta meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

“Investor sudah ada, dan tahap eksplorasi juga sudah dilakukan. Potensinya gas. Sekarang tinggal tahap eksploitasi oleh perusahaan migas dunia yang memiliki teknologi untuk menentukan titik pengeboran,” jelas Sutjidra.

Ia menambahkan, ada dua titik utama di perairan Buleleng yang menunjukkan potensi besar, terutama di kawasan Blok Agung I. Kajian mendalam masih terus dilakukan untuk menentukan langkah teknis selanjutnya.

“Kalau semua proses berjalan lancar, tahun depan kami optimistis BUMD Migas ini bisa mulai beroperasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Buleleng,” tutup Sutjidra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#minyak dan gas bumi #Pemprov Bali #kementerian dalam negeri #kemendagri #bumd #pemkab buleleng #bupati #investor #BRIDA #migas #Nyoman Sutjidra #gas #badan usaha milik daerah #riset #minyak mentah #bali utara #sumber daya alam #buleleng