SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Keterbatasan jumlah personel tidak boleh lagi dijadikan alasan rendahnya kinerja penegakan peraturan daerah (Perda).
Hal tersebut ditegaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi SDM Satpol PP Kabupaten/Kota se-Bali di Tourism Information Center Kabupaten Buleleng, Selasa (11/11/2025).
“Alasan klasik itu. Kita kan punya jejaring aparatur sampai tingkat desa dan kelurahan, bahkan kepala lingkungan dan kepala dusun. Kita bisa koordinasi dan kolaborasi,” tegas Dewa Dharmadi.
Menurutnya, kekuatan utama Satpol PP bukan hanya pada jumlah personel, tetapi juga kemampuan membangun jaringan komunikasi lintas sektoral dan dengan masyarakat.
Dengan komunikasi yang baik, kolaborasi bisa lebih efektif dan respons cepat terhadap pelanggaran di lapangan dapat dilakukan tanpa menunggu banyaknya personel.
“Personel Satpol PP tidak cukup hanya bisa menindak, tapi juga harus mahir berkomunikasi,” ujarnya.
“Contohnya, anggota Satpol PP yang bertugas di sektor pariwisata harus fasih berbahasa Inggris. Sedangkan yang menangani keamanan dan ketertiban umum harus mampu berkomunikasi dengan tegas dan berwibawa,” lanjutnya.
Dharmadi juga mengingatkan bahwa lingkup kerja Satpol PP mencakup seluruh produk hukum daerah, tidak sebatas pada urusan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat (Trantibum). Termasuk penegakan aturan di bidang lain yang memuat sanksi hukum bagi pelanggarnya.
“Misalnya, soal pendirian menara telekomunikasi merupakan kewenangan Dinas Kominfo. Tapi kalau terjadi pelanggaran, tentu kita yang menindak,” jelasnya memberi contoh.
Dewa Dharmadi juga menegaskan pentingnya menjaga citra humanis dan persuasif dalam setiap tindakan penegakan perda.
Ia mengingatkan agar personel Pol PP tidak bertindak arogan, apalagi sampai melakukan pungutan liar (pungli).
“Jangan permalukan seragam kebesaran Satpol PP yang kalian kenakan. Ingat slogan Praja Wibawa. Jangan petantang-petenteng, niatnya terlihat serem malah jadi resem,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya