Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cara Desa Tembok Ubah Perilaku Warga: Pilah Sampah Berbuah Layanan Kesehatan Gratis

Francelino Junior • Senin, 11 Mei 2026 | 14:55 WIB
TIMBANG SAMPAH: Warga di Desa Tembok menimbang sampah yang sudah terpilah. Warga yang bersedia memilah sampah, mendapat layanan kesehatan gratis di Poskesdes. (Desa Tembok untuk Radar Buleleng)
TIMBANG SAMPAH: Warga di Desa Tembok menimbang sampah yang sudah terpilah. Warga yang bersedia memilah sampah, mendapat layanan kesehatan gratis di Poskesdes. (Desa Tembok untuk Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Desa Tembok di Kecamatan Tejakula menghadirkan terobosan dalam pengelolaan sampah. 

Tak sekadar mengajak warga memilah sampah, pemerintah desa setempat menerapkan pola yang lebih tegas. Warga yang aktif memilah sampah akan mendapatkan layanan dasar secara gratis.

Program pilah sampah ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2018, jauh sebelum konsep Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) digalakkan secara luas di Bali. 

Namun, desa yang berada di ujung timur Kabupaten Buleleng ini mengemasnya dengan pendekatan berbeda. Yakni mengaitkan kewajiban dengan hak yang diterima masyarakat.

Perbekel Desa Tembok, Dewa Ketut Wily Asmawan, menegaskan pihaknya siap memberikan fasilitas penuh, asalkan masyarakat mau terlibat aktif dalam pengelolaan sampah.

Iye sing nyak ngudiang-ngudiang, ketika sing baang upah (Masyarakat tidak mau berbuat, ketika tidak ada imbalan). Kami akan fasilitas penuh, ketika mau terlibat aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola yang diterapkan berbasis partisipasi. Warga yang terlibat dalam PSBS dan menjadi nasabah bank sampah berhak memperoleh berbagai layanan, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

Pemerintah desa bahkan membangun pos kesehatan desa (poskesdes) yang seluruh pembiayaannya bersumber dari APBDes. 

Bagi warga yang aktif dalam program sampah, layanan kesehatan seperti pemeriksaan, pengobatan, hingga penggunaan ambulans diberikan secara gratis.

Tak hanya itu, layanan kesehatan juga menjangkau warga yang tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan. 

Melalui program home care, petugas akan mendatangi langsung warga lansia, penyandang disabilitas, maupun penderita penyakit kronis seperti stroke dan diabetes.

“Tidak ada pembiayaan yang dikeluarkan masyarakat. Sepanjang mereka mau terlibat dalam urusan sampah. Reward-nya layanan kesehatan dan angkutan sekolah gratis,” tegasnya.

Untuk menjalankan program ini, Desa Tembok mengalokasikan anggaran sekitar Rp 330 juta per tahun. 

Dana tersebut digunakan untuk operasional poskesdes, pengadaan obat-obatan, transportasi ambulans, hingga gaji tenaga kesehatan. 

Saat ini, poskesdes didukung dua bidan, satu perawat, satu staf administrasi, serta dua sopir ambulans dengan satu unit kendaraan.

Menurut Dewa Wily, program ini terbukti efektif karena masyarakat merasakan langsung manfaat dari keterlibatan mereka dalam pengelolaan sampah.

“Sekarang berjalan efektif, karena ada reward yang mereka dapatkan, atas apa yang mereka lakukan,” tambahnya.

Selain inovasi di bidang lingkungan dan kesehatan, Pemdes Tembok juga mempercepat layanan administrasi dengan penerapan tanda tangan elektronik. 

Kemudahan ini diperkuat melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng lewat layanan Aku Online, sehingga pengurusan dokumen kependudukan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #pendidikan #tembok #sampah #buleleng