SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Gelombang Generasi Z mulai memasuki dunia birokrasi. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih inovatif, adaptif, dan dekat dengan perkembangan teknologi digital.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan internet dan media sosial kini telah memasuki usia produktif dan mulai mengisi berbagai posisi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kehadiran mereka diharapkan mampu membawa semangat baru dalam tata kelola pemerintahan.
Menurut Suyasa, Gen Z memiliki keunggulan dalam beradaptasi dengan teknologi dan cenderung berpikir kreatif.
Namun, di sisi lain, mereka juga dihadapkan pada tantangan birokrasi yang memiliki berbagai aturan dan prosedur yang harus dipatuhi.
“Generasi Z yang tumbuh di era digital kini mulai memasuki fase kerja produktif sebagai ASN. Mereka memiliki kreativitas tinggi, tetapi seluruh inovasi yang dilahirkan harus tetap berada dalam koridor hukum dan aturan yang berlaku,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Suyasa menilai pemikiran out of the box sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.
Meski demikian, kreativitas tersebut tidak boleh sampai melanggar regulasi atau mengabaikan tata kelola pemerintahan yang telah ditetapkan.
Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, ASN muda juga dituntut lebih peka terhadap aspirasi masyarakat.
Platform digital seperti TikTok, Instagram, hingga berbagai kanal media sosial lainnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memahami kebutuhan publik secara lebih cepat dan langsung.
Tak hanya itu, ASN Gen Z juga didorong untuk lebih aktif turun ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di dunia maya.
Kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memahami persoalan secara utuh sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Selain mendorong inovasi, Suyasa mengingatkan pentingnya kolaborasi antar lembaga. Menurutnya, pola kerja sektoral sudah tidak relevan di era digital.
ASN muda diharapkan menjadi motor penggerak terciptanya budaya kerja yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“ASN akan dicintai rakyat jika mampu hadir langsung di tengah masyarakat. Ketika masyarakat mendukung program pemerintah, di situlah kunci keberhasilan pembangunan,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya