Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Perkuat Tim Reaksi Cepat Bencana, BPBD Buleleng Siapkan Respons Lebih Cepat dan Terpadu

Francelino Junior • Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB
PENANGGULANGAN BENCANA: Suasana rapat optimalisasi peran Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana di Kabupaten Buleleng. (Pemkab Buleleng)
PENANGGULANGAN BENCANA: Suasana rapat optimalisasi peran Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana di Kabupaten Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan mengoptimalkan peran Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana. 

Tim lintas sektor tersebut dipersiapkan agar mampu memberikan respons yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif ketika terjadi keadaan darurat.

Penguatan kapasitas TRC dilakukan melalui Sosialisasi Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng di ruang rapat BPBD, Jumat (3/7/2026) lalu. 

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Keputusan Bupati Buleleng Nomor 100.3.3.2/252/HK/2026 tentang Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana.

TRC melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi perangkat daerah (OPD), hingga instansi terkait lainnya. 

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat koordinasi sekaligus memperkuat penanganan bencana di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan pembentukan TRC bukan sekadar melengkapi struktur organisasi. 

Tim dibentuk agar seluruh instansi memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme kerja saat menghadapi kondisi darurat.

"Melalui tim ini kita menyatukan seluruh unsur lintas sektor sehingga ketika terjadi bencana, setiap instansi telah memahami tugas, fungsi, serta langkah yang harus dilakukan. Dengan demikian koordinasi menjadi lebih cepat dan penanganan dapat berlangsung lebih optimal," ujarnya.

Menurut Suyasa, penanggulangan bencana saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penanganan setelah bencana terjadi. 

Yang jauh lebih penting adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalkan.

"Kita ingin mengubah pola pikir bahwa penanggulangan bencana bukan hanya soal kedaruratan. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan. Masyarakat dan seluruh perangkat daerah harus memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BPBD akan memperkuat jejaring kesiapsiagaan melalui seluruh perangkat daerah sebelum diperluas hingga ke tingkat masyarakat. 

Dengan langkah itu, edukasi mengenai mitigasi bencana diharapkan tidak hanya dipahami oleh aparatur pemerintah, tetapi juga menjadi bekal masyarakat sebagai pihak yang pertama kali menghadapi dampak bencana.

Selain itu, BPBD mendorong setiap organisasi perangkat daerah memiliki personel yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat. 

Keberadaan tim di masing-masing OPD dinilai akan mempercepat mobilisasi personel saat terjadi bencana sekaligus memperjelas rantai koordinasi dalam penanganan keadaan darurat.

Menurut Suyasa, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan legalitas TRC di setiap perangkat daerah menjadi bagian penting untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh di Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#penanggulangan bencana #TRC #bencana #bpbd #buleleng