Filosofi "Mekenyem" Jadi Pegangan Perbekel Giri Emas. Politik Selesai, Saatnya Bangun Desa Bersama

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 16:54 WIB
ANGKAT BICARA: Perbekel Giri Emas, Wayan Saputra angkat bicara terkait polemik pembatalan sertifikat di Desa Giri Emas.
ANGKAT BICARA: Perbekel Giri Emas, Wayan Saputra angkat bicara terkait polemik pembatalan sertifikat di Desa Giri Emas.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Senyum menjadi simbol yang selalu ingin dihadirkan Perbekel Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, Wayan Saputra. 

Namun, "Mekenyem" yang kerap ia gaungkan ternyata bukan sekadar ajakan untuk tersenyum.

Bagi Saputra, Mekenyem memiliki makna yang jauh lebih dalam. Istilah itu merupakan akronim dari mekejang nyame, yang berarti semua adalah saudara. 

Filosofi tersebut menjadi semangat yang ia bawa sejak mencalonkan diri sebagai perbekel hingga kini memimpin Desa Giri Emas.

"Ini bukan hanya slogan. Makenyem kepanjangannya mekejang nyame. Setelah politik pemilihan perbekel selesai, tidak ada lagi yang namanya lawan politik. Ayo bersama-sama membangun desa," ujarnya.

Saputra meyakini pembangunan desa hanya akan berjalan optimal apabila seluruh elemen masyarakat mampu meninggalkan perbedaan politik dan memilih berkolaborasi. 

Menurutnya, keberhasilan maupun kegagalan pembangunan bukan menjadi tanggung jawab satu kelompok, melainkan hasil kerja bersama seluruh warga.

Karena itu, setiap penyusunan program pembangunan selalu diawali dengan berdiskusi bersama tokoh masyarakat dan berbagai unsur di Desa Giri Emas, Buleleng. 

Masukan dari masyarakat dinilai penting agar pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan sekaligus mampu mengembangkan potensi desa.

Baginya, mengedepankan kebersamaan jauh lebih penting daripada mempertahankan ego sektoral yang justru berpotensi menghambat kemajuan wilayah.

Komitmen tersebut kini didukung tambahan anggaran melalui program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. 

Dana itu akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fisik sekaligus mengembangkan potensi desa.

"Desa Giri Emas mendapat anggaran sekitar Rp 350 juta. Ditambah BKK sebesar Rp30 juta yang bisa kami manfaatkan untuk pengembangan potensi desa," kata Saputra.

Melalui semangat Mekenyem, Saputra berharap seluruh warga kembali bersatu, meninggalkan sekat-sekat politik, dan bersama-sama mewujudkan Giri Emas yang semakin maju. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
desa Giri Emas perbekel buleleng