SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aspal di ruas jalan Banjar Dinas Dangin Yeh, Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan, mulai terkelupas.
Di beberapa titik, permukaannya semakin licin karena berada di jalur menurun. Warga khawatir, jika dibiarkan terlalu lama, jalan tersebut bisa memicu kecelakaan.
Menunggu anggaran turun bukan pilihan. Warga pun bergerak. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.
Ada yang menyumbangkan semen, ada yang membawa pasir, sebagian lainnya menyediakan konsumsi bagi para pekerja. Tak sedikit pula yang menyumbangkan tenaga demi memastikan jalan di lingkungan mereka kembali aman dilalui.
Perbekel Desa Giri Emas, Wayan Saputra, mengatakan semangat kebersamaan itu muncul setelah pemerintah desa menyampaikan kondisi keterbatasan anggaran akibat pemangkasan dana desa dari pemerintah pusat.
Menurutnya, masyarakat memahami situasi tersebut dan memilih menjadi bagian dari solusi.
"Ini inisiatif warga karena jalan itu rusak. Sudah disampaikan kepada tiyang. Tentu Pemerintah Desa Giri Emas sangat mendukung, karena apapun kerjasama rakyat dengan pemerintah harus dijalankan secara selaras," ujarnya.
Aksi gotong royong perdana digelar di Banjar Dinas Dangin Yeh pada Minggu (28/7/2026). Sekitar 10 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan berhasil diperbaiki melalui swadaya masyarakat.
Saputra mengaku terharu melihat antusiasme warganya. Bantuan yang datang tidak hanya berupa uang, tetapi juga material bangunan hingga konsumsi untuk para relawan yang bekerja sejak pagi.
Menurutnya, semangat saling membantu itulah yang menjadi wajah asli masyarakat desa. Ketika anggaran terbatas, gotong royong justru menjadi kekuatan untuk menyelesaikan persoalan bersama.
"Karena antusias, mereka bahkan menawarkan diri agar minggu depan kembali dilaksanakan gotong royong swadaya di jalan lain yang juga mengalami kerusakan," ungkapnya.
Bagi Saputra, inisiatif tersebut bukan sekadar memperbaiki jalan yang rusak. Lebih dari itu, gotong royong menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat tetap menjadi modal utama membangun desa, meski di tengah keterbatasan anggaran. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng