SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, melantik serta mengambil sumpah jabatan tujuh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lobby Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Jumat (2/10/2026) sore.
Ketujuh orang ASN yang dilantik terdiri dari empat pejabat fungsional ahli utama, serta tiga pamong praja muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) formasi 2025.
Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 17 & 27/M Tahun 2026 serta Keputusan Bupati Buleleng Nomor 800.1.13.1/4558-4560/IX/BKPSDM/2026.
Adapun empat pejabat fungsional ahli utama yang dilantik yakni dr. Oka Udrayana sebagai Dokter Ahli Utama. Ia merupakan dokter spesialis bedah yang bertugas di RSUD Buleleng.
Selain itu ada tiga orang Pengawas Sekolah Ahli Utama yang dilantik. Masing-masing Putu Murtini, Desak Putu Parwati Santi, dan I Nyoman Rauh.
Mereka yang dilantik sebagai fungsional ahli utama mendapatkan batas usia pensiun yang lebih panjang.
Sementara tiga lulusan IPDN yang turut dilantik adalah I Dewa Gede Widya Merta, Putu Novita Canthi Dewi, dan I Dewa Gede Adryan Indra Pramana.
Bupati Sutjidra menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sebatas pemenuhan prosedur administratif kepegawaian, melainkan langkah strategis Pemkab Buleleng dalam merespons berbagai tantangan pembangunan daerah.
”Para ASN yang baru dilantik harus bekerja ekstra keras, penuh integritas, loyalitas, disiplin, dan profesional. Jangan hanya bekerja untuk sekadar menyelesaikan tugas, tetapi bekerjalah untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat Buleleng,” kata Sutjidra.
Lebih lanjut Sutjidra mengungkapkan, kehadiran Dokter Ahli Utama diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan dan mempercepat penanganan isu prioritas seperti penekanan angka stunting.
Di bidang pendidikan, pengawas sekolah ahli utama mengemban misi vital mengawal transisi kurikulum, menciptakan lingkungan belajar inklusif, serta mendongkrak indeks literasi dan numerasi generasi muda Buleleng.
Sementara itu, jajaran alumni IPDN didorong menjadi motor penggerak transformasi digital birokrasi agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih lincah dan responsif hingga ke tingkat desa.
”Ukuran keberhasilan birokrasi ke depan bukan dinilai dari seberapa banyak program yang dijalankan, melainkan seberapa besar program tersebut mampu menjawab kebutuhan dan membawa perubahan nyata bagi warga Buleleng,” tandasnya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Anggota DPRD Buleleng Luh Marleni, serta jajaran pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng