Permudah Pelayanan Publik, Desa Suwug Terapkan Layanan Administrasi Satu Pintu

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 15:57 WIB
OPTIMALKAN PELAYANAN PUBLIK: Perbekel Suwug, Ketut Suadnyana. (Pemdes Suwug)
OPTIMALKAN PELAYANAN PUBLIK: Perbekel Suwug, Ketut Suadnyana. (Pemdes Suwug)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Guna memudahkan pelayanan kepada masyarakat desa, Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, menerapkan konsep pelayanan administrasi kependudukan berbasis desa.

Perbekel Desa Suwug, Ketut Suadnyana mengatakan, inovasi tersebut berangkat dari keinginan pemerintah desa untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dan tidak berbelit bagi masyarakat.

Saat pertama kali menjabat sebagai perbekel pada 2019, Suadnyana membuat terobosan dengan menggandeng Dinas Dukcapil Buleleng melalui nota kesepahaman (MoU). 

Melalui kerja sama tersebut, Desa Suwug dapat membantu proses penerbitan dokumen administrasi kependudukan secara lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena banyak warga harus menempuh jarak cukup jauh apabila harus mengurus dokumen langsung ke kantor Dukcapil di Kota Singaraja.

“Kami sempat berbincang, kalau bisa dipermudah, buat apa mempersulit? Apalagi jarak dari desa ke kota cukup jauh. Kemudian Desa Suwug dan Desa Tembok yang saat itu melakukan MoU tersebut,” ujarnya.

Kini, pola pelayanan serupa telah berkembang dan diterapkan oleh desa-desa lain di Kabupaten Buleleng. 

Masyarakat pun tidak lagi harus selalu datang ke kantor Dukcapil karena sejumlah layanan administrasi kependudukan dapat diakses melalui kantor desa.

Selain inovasi pelayanan publik, Desa Suwug juga memiliki program sosial kemasyarakatan yang melibatkan generasi muda. 

Program tersebut diberi nama Majalangu dan menjadi bagian dari agenda Suwug Kreatif yang mulai digagas sejak 2022.

Kegiatan Majalangu tidak hanya menjadi ruang kreativitas pemuda, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat. 

Hal ini dinilai penting karena hampir 40 persen warga Desa Suwug saat ini berada di luar daerah atau merantau.

Biasanya, kegiatan tersebut digelar setelah pelaksanaan Hari Raya Galungan dan Kuningan maupun Hari Suci Nyepi. Taman Desa Suwug menjadi salah satu lokasi utama pelaksanaan kegiatan.

“Ada juga beberapa program yang kami lakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Buleleng,” kata Suadnyana.

Ia menyebut berbagai inovasi yang dilakukan pemerintah desa merupakan bagian dari visi pembangunan yang diusung, yakni “Bersama Membangun Desa Suwug”.

Menurutnya, semangat tersebut juga tercermin dalam akronim Suwug yang dimaknai sebagai Stata Ulang Wirang Ulian Glah. Makna dari filosofi tersebut adalah ajakan agar masyarakat bersama-sama mengambil peran dalam membangun desa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Suwug pelayanan publik desa buleleng