Tangkal Serangan Digital, Kominfo Buleleng Luncurkan "Raksa Sandi"

Eka Prasetya • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:44 WIB

 

JELASKAN APLIKASI: Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfo Santi Buleleng, Komang Ery Marta Pariata (berdiri) saat menjelaskan pengembangan aplikasi Raksa Sandi di Pemprov Bali belum lama ini. (Pemkab Buleleng)
JELASKAN APLIKASI: Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfo Santi Buleleng, Komang Ery Marta Pariata (berdiri) saat menjelaskan pengembangan aplikasi Raksa Sandi di Pemprov Bali belum lama ini. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Membentengi sistem pemerintahan digital dari ancaman kebocoran data dan peretasan siber, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng meluncurkan inovasi Raksa Sandi.

Sistem instrumen keamanan data dalam bentuk dashboard ini dikembangkan Bidang Persandian dan Statistik, serta terintegrasi pada Portal ePUDAK (Sistem Pusat Data Aplikasi) Pemkab Buleleng.

Kepala Bidang Persandian dan Statistik Dinas Kominfo Santi Buleleng, Komang Ery Marta Pariata menjelaskan, Raksa Sandi merupakan akronim dari risiko, aset, keamanan, dan standarisasi keamanan informasi. 

Dashboard tersebut dirancang sebagai sistem proteksi dini berbasis risiko untuk memetakan aset informasi strategis daerah.

”Inovasi ini lahir sebagai respons atas makin tingginya ketergantungan birokrasi pada teknologi digital. Kita ingin mengubah pola kerja dari sekadar merespons insiden peretasan secara reaktif menjadi proteksi dini yang terencana dan berbasis risiko,” ujar Ery Marta pada Jumat (9/10/2026).

Ery menjelaskan, Raksa Sandi memetakan alur keamanan data secara sistematis dari hulu 

ke hilir. Sistem ini ditopang oleh lima pusat pengelolaan data terpadu, yaitu Assessment Center, Vulnerability Center, Backup Center, Incident Response Center, dan Review Center.

Sinergi lima pusat kendali ini memudahkan deteksi dini terhadap celah kerentanan sistem (vulnerability), pengelolaan cadangan data (backup), hingga penanganan bila terjadi serangan siber di lingkungan Pemkab Buleleng.

”Keberadaan sistem ini memperkuat koordinasi antara Kominfo, CSIRT (Computer Security Incident Response Team), Inspektorat, serta seluruh admin pengelola sistem di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” imbuhnya.

Selain fungsi teknis, Raksa Sandi diproyeksikan sebagai instrumen pendukung bagi pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan strategis. 

Melalui data risiko yang tersaji secara riil, pimpinan dapat menentukan skala prioritas penganggaran dan mitigasi sistem sesuai tingkat kerentanan.

Pengembangan Raksa Sandi juga menjadi modal penting Pemkab Buleleng dalam meningkatkan raihan Indeks Keamanan Informasi (KAMI), Indeks Kematangan Keamanan Siber dan Sandi (IKASANDI), serta mendukung penilaian Indeks Pemerintah Digital (PEMDI).

”Harapan kami, ini nantinya bukan sekadar dashboard atau aplikasi hiasan, melainkan modal transformasi cara kerja birokrasi Buleleng menuju tata kelola pemerintahan digital yang aman, andal, terintegrasi, dan terpercaya,” pukas Ery Marta. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Raksa Sandi Buleleng Kominfo Santi Buleleng Keamanan Siber Bali ePUDAK Buleleng