SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Merespons krisis dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda seluruh wilayah Bali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng resmi memberlakukan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH) serta pengalihan sistem pembelajaran sekolah menjadi dalam jaringan (daring).
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Pemprov Bali yang mulai berlaku efektif sejak Kamis (15/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa menyatakan, seluruh instansi pemerintahan dan satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng wajib mematuhi skema penyesuaian sistem kerja ini guna menekan mobilitas masyarakat serta menghemat penggunaan BBM.
”Kami mengikuti Surat Edaran dari Provinsi Bali untuk melaksanakan WFH dari tanggal 15 sampai 17 Oktober 2026. Ini mencakup seluruh instansi dan satuan pendidikan. Jika ada rapat kedinasan, diarahkan menggunakan platform Zoom meeting,” tegas Suyasa, Rabu (14/10/2026).
Meski demikian, Suyasa memastikan bahwa sektor pelayanan publik vital dan instansi pelayanan esensial tidak akan lumpuh total.
”Untuk layanan publik mendesak dan layanan esensial seperti RSUD, Puskesmas, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), staf dan petugas tetap bertugas seperti biasa secara luring demi memastikan pelayanan kedaruratan masyarakat tidak terganggu,” tambahnya.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng secara resmi menginstruksikan seluruh jenjang satuan pendidikan untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar secara tatap muka.
Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menjelaskan bahwa para siswa diimbau belajar dari rumah secara online untuk meminimalkan mobilitas pengantaran oleh orang tua.
”Mulai besok (Kamis), seluruh satuan pendidikan diberlakukan belajar dari rumah secara daring hingga 17 Oktober. Anak-anak tidak ke sekolah. Namun, di kantor dinas maupun sekolah tetap disiagakan petugas piket dari unsur guru atau tata usaha untuk melayani urusan mendesak, seperti pengesahan atau pengurusan ijazah hilang,” terang Surya Bharata.
Meski mengutamakan pembelajaran daring, Disdikpora memberikan diskresi khusus bagi sekolah-sekolah di wilayah pelosok atau area yang terkendala akses jaringan internet (blankspot).
”Khusus sekolah di daerah yang sulit menerapkan daring karena masalah jaringan internet, serta di wilayah tersebut stok BBM masih memadai, kami silahkan jika ingin menerapkan pembelajaran luring. Namun secara umum, kami mengupayakan daring agar mengurangi mobilitas kendaraan di jalan,” tegasnya.
Tak hanya itu, sekolah-sekolah yang kini tengah melakukan Ulangan Tengah Semester (UTS) juga diminta menunda pelaksanaan ulangan, hingga suplai BBM kembali normal.
“Sekarang sebagian besar sudah jeda semester. Tapi kalau ada yang masih ujian, bisa ditunda dan dijadwalkan ulang,” demikian Surya Bharata. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng