SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Aksi balap liar yang terjadi di Buleleng berujung pada petaka. Sejumlah orang dilaporkan luka-luka akibat kecelakaan.
Balap liar itu terjadi di wilayah Kemoning, Desa Pucaksari, Busungbiu. Aksi balap liar berlangsung pada Jumat (17/1/2025).
Peristiwa bermula saat dua orang remaja tengah adu kecepatan. Mereka menggeber sepeda motor matic masing-masing.
Saat sedang adu balap, kedua sepeda motor bersenggolan. Dampaknya kedua joki balap liar terjatuh dari kendaraan masing-masing.
Salah satu sepeda motor bahkan menghantam barisan penonton. Belum diketahui pasti berapa banyak orang yang menjadi korban dalam peristiwa itu.
Petaka saat balap liar itu sempat dibagikan akun facebook Joksan Tiago. Tercatat ada dua video yang dibagikan.
Video pertama berdurasi 16 detik. Video itu merekam momen kecelakaan yang terjadi saat balap liar.
Sementara video kedua berdurasi 1 menit dan 40 detik. Dalam video kedua, tampak kepanikan di sekitar areal balap liar.
Tampak jelas insiden kecelakaan itu dekat dengan gapura kampung KB di Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu.
Beberapa rekan korban sempat meminta tolong. Bahkan ada yang mengumpat karena tidak ada yang mau menolong.
Penonton yang tadinya memadati jalanan, memilih kabur. Mereka khawatir akan berurusan dengan polisi.
Setelah kejadian tersebut, para korban disebut dilarikan ke fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Pupuan, Tabanan.
Video yang diunggah oleh Joksan Tiago sudah dikomentari hingga 163 kali, serta dibagikan lebih dari 610 kali.
Sejumlah pengguna facebook juga turut membubuhkan komentar mereka dalam unggahan yang dibagikan oleh Joksan Tiago.
Salah satunya pengguna akun facebook Pande Agus Kidal. “To madan nak cenik sing kapok-kapok,” tulisnya. Jika diterjemahkan berarti “Itu namanya anak kecil tidak kenal kapok”.
Akun lainnya juga ikut memberikan komentar. “Sing medalem meme bape too. Liang tuah kejep gati. Disubane care jani ane sibuk nyen, ane keweh nyen? Rerama ne. Intinya rahayu semeton,” tulis pemilik akun Nova Indrawan.
Komentar itu bila diterjemahkan, maka memiliki makna berikut. “Tidak mengasihani orang tua. Senangnya hanya sekejap. Setelah kejadian seperti ini, yang sibuk siapa, yang susah siapa? Orang tua. Intinya tetap jaga kesehatan dan keselamatan,” ungkap Nova.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika saat dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut.
Namun, Darma menyebut peristiwa itu bukan terjadi di Kabupaten Buleleng. Melainkan masuk wilayah Tabanan.
“Itu wilayah Kemuning, Tabanan. Korbannya juga dari (desa) Sai, Tabanan,” kata Darma. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya